“Sejak tahun 2019 hingga Desember 2023, Asuransi Barang Milik Negara telah mengalami perkembangan yang signifikan. Pada awal pelaksanaan tahun 2019 hingga 2020 keikut sertaan asuransi masih sedikit yaitu dibawah 30 Kementerian dan Lembaga, namun sejak tahun 2021 terus bertambah dari 75 Kementerian dan Lembaga dengan nilai premi kurang lebih Rp50,7 miliar, pada tahun 2023 menjadi sekitar 81 Kementerian dan Lembaga dengan nilai premi Rp124,8 miliar dan terdiri dari kurang lebih 10.373 gedung dan bangunan yang telah diasuransikan dengan total nilai aset sekitar Rp72,64 triliun," jelasnya.
BACA JUGA:
Diwe menambahkan, selama periode ini terdapat sekitar 75 laporan klaim atau kerugian yang telah diterima, mencakup berbagai penyebab seperti gempa, banjir, dan kebakaran, dengan total kerugian sekitar Rp109,39 triliun yang telah dibayarkan atau dalam proses penyelesaian pembayaran klaimnya.
Asuransi Jasindo, sebagai Ketua Dewan Pengurus dan perwakilan dari Konsorsium Asuransi Barang Milik Negara (KABMN), berkomitmen untuk terus memberikan pelayanan terbaik dalam menghadapi tantangan bencana alam dan risiko lainnya.
“Asuransi Jasindo dan KABMN bersama-sama memiliki niat baik, cita-cita, dan semangat yang sama untuk melindungi aset-aset negara yang diasuransikan,” tutupnya.
Sebagai informasi Jasindo telah melakukan penandatanganan kontrak payung ABMN.
(Zuhirna Wulan Dilla)