Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kenapa Orang RI Masih Belum Melek Asuransi Properti? Ternyata Ini Alasannya

Dani Jumadil Akhir , Jurnalis-Rabu, 29 April 2026 |15:10 WIB
Kenapa Orang RI Masih Belum Melek Asuransi Properti? Ternyata Ini Alasannya
Kenapa Orang RI Masih Belum Melek Asuransi Properti? Ternyata Ini Alasannya (Foto: Freepik)
A
A
A

JAKARTA - Kesadaran masyarakat terhadap asuransi rumah masih sangat rendah. Padahal, memiliki asuransi rumah sama pentingnya dengan melindungi aset. Pengamat Asuransi Irvan Rahardjo mengatakan, belum banyak orang yang mengasuransikan properti miliknya karena soal kesadaran dan pengetahuan. 

"Ketidaktahuan itu sering disebut edukasi dan literasi. Terbukti pengeluaran masyarakat untuk rokok cukup tinggi yang harganya lebih tinggi dari premi asuransi," kata Irvan di Jakarta, Rabu (29/4/2026). 

Selain itu, tentu saja masalah selanjutnya adalah harga rumah yang mahal. Di sisi lain, Rivan menyebut seharusnya kendala-kendala yang ada bisa diatasi dengan subsidi bunga atau subsidi premi seperti iuran BPJS bagi golongan miskin yang ditanggung pemerintah yang disebut Penerima Bantuan Iuran (PBI) yang jumlahnya 123 juta penduduk.

"Pemerintah harus makin gencar soal edukasi dan literasi. Apalagi saat ini asuransi wajib seperti yang diatur dalam UU P2SK," kata Rivan. 

Untuk diketahui, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tengah menyusun rancangan Surat Edaran OJK (SEOJK) tentang Tarif Premi Asuransi Harta Benda dan Kendaraan Bermotor. Adapun PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo) menilai kebijakan ini berpotensi memperkuat tata kelola risiko di industri asuransi umum. 

Corporate Secretary Jasindo Brellian Gema mengatakan pihaknya percaya regulator akan menyusun aturan yang terbaik bagi semua pihak. "Apabila penyesuaian ini dilakukan maka kami berharap dapat mencerminkan profil risiko yang aktual, mendorong praktik underwriting yang lebih prudent, serta menjaga kesehatan dan keberlanjutan industri asuransi umum,” ujar Brellian. 

Brellian mengatakan, faktor utama yang mendorong perlunya penyesuaian tarif adalah adanya peningkatan profil risiko yang menyebabkan potensi klaim lebih besar.

“Penyesuaian tarif perlu dilihat secara menyeluruh. Dengan adanya penyesuaian ini, diharapkan perusahaan asuransi dapat lebih berkelanjutan dalam memberikan perlindungan,” tambahnya.

 

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement