“Sebenarnya kalau kita bicara industri peternakan saja dengan telur yang ada di pasar, kira-kira ada di angka 24, terus rata-rata dari pedagangnya sekitar 22, terbayangkan gak kalau pemerintah mengintervensi dengan cara apa? Beli saja banyak-banyak telurnya, kasihkan untuk peningkatan gizi, habil khusus ibu hamil, terus kemudian gizi buruk dan sebagainya wih itu uda paling gampang. Dan kita mampu melakukan itu,” jelasnya.
“Pertanyaanya kok kita tidak mau melakukan? Ini sebuah konsepsi daripada fakta-fakta yang terkonfirmasi di lapangan untuk kita memperbaiki, itu lho data faktanya. Maka kalau kami sering dapatkan masukan dari masyarakat, kalau itu materi debat itu ada contohnya, anda mau bicara apa?,” lanjut Ganjar.
(Feby Novalius)