Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Tidak Impor, Indonesia Siap Ekspor Jagung di 2026

Tangguh Yudha , Jurnalis-Rabu, 07 Januari 2026 |11:31 WIB
Tidak Impor, Indonesia Siap Ekspor Jagung di 2026
Tidak Impor, Indonesia Siap Ekspor Jagung di 2026 (Foto: Kementan)
A
A
A

JAKARTA - Badan Pangan Nasional (Bapanas) menyatakan, pemerintah tidak akan melakukan impor jagung sepanjang tahun 2026. Keputusan tersebut diambil berdasarkan kondisi produksi dan stok jagung nasional yang dinilai mencukupi untuk memenuhi seluruh kebutuhan dalam negeri.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), produksi jagung pipilan kering dengan kadar air 14 persen sepanjang 2025 mencapai 16,11 juta ton. Sementara itu, kebutuhan konsumsi jagung pipilan kering pada periode yang sama berada di kisaran 15,64 juta ton. Dengan demikian, terdapat surplus produksi sekitar 0,47 juta ton.

Surplus tersebut, ditambah dengan pengelolaan pasokan yang terjaga, mendorong terbentuknya stok akhir tahun yang kuat. Dalam Neraca Pangan Nasional yang disusun Bapanas bersama kementerian dan lembaga terkait, stok carry over jagung dari 2025 ke 2026 tercatat mencapai 4,5 juta ton. Jumlah ini setara dengan hampir tiga bulan kebutuhan nasional, dengan kebutuhan bulanan sekitar 1,4 juta ton.

Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas I Gusti Ketut Astawa menjelaskan, kondisi ini menandakan Indonesia telah berada dalam posisi swasembada jagung. Sepanjang 2025, kebutuhan jagung, khususnya untuk pakan, dapat dipenuhi tanpa ketergantungan impor, dengan produksi petani dalam negeri menjadi penopang utama pasokan nasional.

Situasi tersebut menjadi dasar pemerintah dalam menetapkan kebijakan jagung pada 2026, salah satunya dengan meniadakan impor jagung. Pemerintah menilai pasokan dalam negeri telah cukup untuk memenuhi kebutuhan nasional.

“Dengan kondisi stok dan produksi seperti ini, pemerintah sepakat tidak perlu melakukan impor jagung pada 2026, baik untuk pakan, benih, maupun konsumsi rumah tangga,” ujar Ketut, Jakarta, Rabu (7/1/2026).

 

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement