JAKARTA - Nilai tukar (kurs) rupiah ditutup melemah 7 poin ke level Rp15.631 setelah sebelumnya sempat stagnan di level Rp15.623 pada hari ini, Senin (19/2/2024).
Pengamat pasar uang, Ibrahim Assuaibi mengatakan, indeks dolar menguat didorong kenaikan harga produsen yang dilaporkan oleh Departemen Tenaga Kerja AS dan menyusul laporan harga konsumen yang lebih dari perkiraan pada hari Selasa pada bulan lalu.
“Selain itu, data menunjukkan inflasi indeks harga produsen AS tumbuh lebih dari perkiraan pada bulan Januari,” tulis Ibrahim dalam risetnya.
Angka tersebut, yang muncul hanya beberapa hari setelah data inflasi indeks harga konsumen yang lebih kuat dari perkiraan, membuat para pedagang semakin memperhitungkan kemungkinan penurunan suku bunga lebih awal oleh Federal Reserve tahun ini.
Dana Fed berjangka memperkirakan hanya ada 10,5% peluang penurunan suku bunga di bulan Maret dan 33,7% kemungkinan pelonggaran di bulan Mei, menurut FedWatch Tool dari CME Group. Pada awal tahun, kemungkinan The Fed akan menurunkan suku bunga pada bulan Maret adalah 79%.