JAKARTA - Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (Gekrafs) menargetkan Indonesia menjadi pusat peradaban ekonomi kreatif di dunia. Beberapa strategi disiapkan untuk mencapai target tersebut.
"Target besar kita Indonesia menjadi pusat peradaban ekonomi kreatif di dunia karena ekonomi kreatif adalah masa depan Indonesia, serta marwah para pelakunya terjaga." kata Ketua Umum Gekrafs Kawendra Lukistian, Rabu (8/5/2024).
Salah satu upaya Gekrafs adalah dengan membangun dewan perwakilan di lima negara kunci yakni Inggris Raya, Prancis, Belgia, Belanda, dan Jerman. Menurutnya, lima Dewan Perwakilan Luar Negeri ini menandai bahwa ekonomi kreatif Indonesia tidak boleh dianggap sebelah mata.
“Ini momen penting ini juga merupakan misi berkelanjutan kami untuk memposisikan Indonesia sebagai pemimpin dunia dalam pengembangan ekonomi kreatif. Melalui Dewan Perwakilan Luar Negeri (DPLN) Gekrafs ini, kami bertujuan untuk memupuk ekosistem yang dinamis yang mendukung para kreatif Indonesia di Eropa dan lebih luas lagi," kata Kawendra.
Dia menjelaskan, Dewan perwakilan luar negeri ini akan berfungsi sebagai pusat jaringan vital untuk berbagi praktik terbaik dan mempromosikan budaya serta kreativitas Indonesia. Mereka juga akan memfasilitasi integrasi produk kreatif Indonesia ke pasar Eropa, meningkatkan visibilitas dan aksesibilitas mereka.
Duta Besar Indonesia untuk Belgia, Luxemburg, dan Uni Eropa Andri Hadi menyatakan, dengan Gekrafs, WNI di Belgia dapat membangun jaringan yang kuat yang saling menguatkan, sangat penting untuk maju dalam ekonomi kreatif Indonesia.
“Jaringan yang solid ini membuka banyak peluang kerjasama, pertukaran budaya, dan inovasi bersama, yang pada akhirnya akan menguntungkan semua pihak,” ucap Andri.
Ekspansi ini ke Eropa adalah bagian dari strategi lebih luas Gekrafs untuk meningkatkan daya saing global sektor ekonomi kreatif Indonesia. Ini mencerminkan komitmen organisasi untuk memastikan bahwa talenta kreatif Indonesia diakui dan dihargai di panggung internasional.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)