JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini berpeluang rebound pada perdagangan Kamis (6/6/2024). Pada perdagangan kemarin, IHSG tertekan oleh aksi jual selektif pada sejumlah saham tambang, energi dan bahan baku dan ditutup di bawah level psikologis 7.000.
Analis Phintraco Sekuritas Valdy Kurniawan mengatakan, secara psikologis, info salah satu saham energi besar di Indonesia gagal masuk dalam indeks FTSE Large Cap memicu aksi jual pada saham tersebut dan saham-saham energi termasuk saham-saham bahan baku. Selain itu, sektor energi juga terpengaruh oleh spekulasi-spekulasi terkait permintaan energi dari India menyusul hasil pemilu di India.
Sentimen lainnya yakni Perdana Menteri India, Narendra Modi kembali terpilih menjadi Perdana Menteri India, tapi dengan kemenangan yang lebih rendah dari perkiraan. Sebagai informasi, India saat ini termasuk dalam konsumen terbesar batu bara global.
Valdy menyampaikan bahwa investor bisa mencermati saham-saham bluechip konvensional, terutama bank. Pasalnya, BBCA, BBRI dan BBNI, termasuk TLKM dan ASII menjadi penopang IHSG dari potensi pelemahan lebih dalam pada perdagangan kemarin.
“Selain saham-saham di atas, JSMR dan SIDO juga dapat diperhatikan,” kata Valdy dalam keterangan resminya, Kamis (6/6/2024).
Dengan turut mempertimbangkan penguatan signifikan indeks-indeks global seiring dengan perubahan pandangan pasar terhadap arah kebijakan moneter The Fed dan antisipasi pemangkasan ECB Rate, lanjut Valdy, IHSG tetap berpeluang rebound, kembali ke atas level psikologis 7.000 hari ini.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)