JAKARTA - Menteri Investasi Bahlil Lahadalia mengatakan total investasi dari Korea Selatan yang masuk ke Indonesia tembus USD13,8 miliar atau setara Rp226,25 triliun (kurs Rp16.400 per USD).
Bahlil menjelaskan angka tersebut merupakan akumulasi investasi Korea Selatan sejak tahun 2019 hingga kuartal I 2024 lalu untuk membangun beberapa proyek, utamanya menggarap program hilirisasi.
"Kami laporkan, pertama kami menyampaikan bahwa investasi Korea Selatan dalam 5 tahun terakhir lebih Rp200 triliun. Investasi ini lebih banyak mengarah ke sektor hilirisasi," ujar Bahlil, Rabu (3/7/2024).
Bahlil mengungkapkan peningkatan terbesar alokasi investasi dari Korea ke Indonesia terjadi pada tahun 2023, dengan total investasi mencapai USD2,5 miliar, terjadi peningkatan jika dibandingkan dengan tahun 2022 yaitu sebesar USD2,2 miliar.
Lebih jauh, Bahlil memberikan beberapa proyek investasi Korea Selatan yang masuk ke Indonesia, seperti PT Lotte Chemical Indonesia di Cilegon Banten. Total nilai investasi perusahaan tersebut Rp59,4 triliun untuk membangun pabrik untuk memproduksi beberapa produk seperti ethylene, polypropylene, benzene, dan lainnya.
"Sekarang sudah hampir selesai (pembangunan pabrik), Jadi pada Maret 2025 itu sudah melakukan produksi, ini luar biasa," sambung Bahlil.
Selain itu ada proyek hilirisasi di Batang, Jawa Tengah oleh PT KCC Glass Indonesia dengan nilai investasi Rp2,88 triliun atau USD202 juta. Pabrik ini akan memproduksi setidaknya 394.200 ton clear glass setiap tahun.
"Ini juga kita akan mulai produksi di Bulan Agustus tahun 2024 ini di Batang. Itu beberapa proyek hilirisasi di Indonesia dari Korea," pungkasnya.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)