Pada kesempatan tersebut, Basuki juga memaparkan hingga saat ini setidaknya terdapat 472 Letter of Intent (LOI) dari para pelaku usaha yang diterima oleh OIKN. Namun demikian, hampir separuhnya hanya menawarkan jasa konsultan, kontraktor, hingga supplier.
"Justru ini dari 472 LOI yang menurut evaluasi sebelumnya hanya 220 yang layak disebut sebagai investor, karena yang lainnya ada kontraktor, konsultan, suplier," kata Basuki.
Lebih lanjut, Basuki menjelaskan dari 220 calon investor yang merupakan investor potensial di IKN, hanya terdapat 60 pelaku usaha yang saat ini tengah di proses untuk merealisasikan investasinya.
"Dari 220 (LOI) yang kemarin groundbreaking ada 45, nanti siang saya undang lagi, yang sudah di evaluasi dan proses ada 60 -an, ini yang kita percepat," pungkas Basuki.
(Feby Novalius)