Dia menilai, berbagai program pemerintah seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan pembangunan tiga juta rumah per tahun akan berjalan lebih efektif apabila diiringi dengan keterlibatan aktif dunia usaha.
“Program seperti MBG ini contohnya sudah berjalan baik, karena dapurnya dibentuk bersama dunia usaha. Pemerintah cukup memastikan kepastian pembayaran atau *off-take*-nya,” kata Anindya.
Selain menyoroti investasi riil, Anindya juga mendorong pendalaman pasar modal agar semakin banyak perusahaan nasional yang dapat melakukan penawaran umum (listing) di bursa.
Dia meyakini langkah tersebut akan memperluas akses pembiayaan dan memperkuat ekosistem investasi nasional.
"Pasar modal adalah salah satu cara untuk risk financing. Kalau likuiditas keuangan sudah ada dan pembiayaan berbasis ekuitas juga kuat, seharusnya ekonomi bisa berjalan dengan baik. Kita mesti menyambut tantangan ini dengan baik karena bisa membawa manfaat besar bagi perekonomian nasional,” tutupnya.
(Taufik Fajar)