Ali juga berharap sistem rekrutmen dilakukan secara terbuka dan dapat diakses oleh lulusan baru dari multidisiplin ilmu yang relevan dengan kebutuhan sektor energi. “Proses seleksi yang transparan dan berbasis kompetensi menjadi langkah positif untuk menciptakan sistem kerja yang meritokratis,” ujarnya.
Saat ini, tambahnya, PLN tengah menjalankan berbagai program transformasi untuk menjawab tantangan sektor energi, termasuk komitmen dalam pengembangan Energi Baru Terbarukan (EBT) dan digitalisasi layanan kelistrikan. “Rekrutmen tersebut sejalan dengan target transisi energi nasional. Saya memberikan apresiasi atas inisiatif itu,” pungkasnya.
(Feby Novalius)