Selain itu, Kadin juga mendorong pembentukan ASEAN Alliance on Carbon Markets and Carbon Knowledge Hub, yang bertujuan memperkuat perdagangan karbon lintas negara di kawasan Asia Tenggara.
"Indonesia memiliki peluang besar menjadi pusat perdagangan karbon di kawasan. Namun yang paling penting adalah menjaga kredibilitas, integritas, dan standardisasi setiap unit karbon yang dihasilkan," tegasnya.
Pada kesempatan itu, Anindya menambahkan bahwa potensi investasi yang bisa digarap dari agenda dekarbonisasi Indonesia mencapai USD 3,8 triliun atau sekitar Rp 60.000 triliun hingga tahun 2050. Investasi tersebut mencakup proyek energi terbarukan, efisiensi energi, infrastruktur hijau, serta pengembangan pasar karbon.
(Taufik Fajar)