Nixon menambahkan, selain pertumbuhan dari segmen ritel melalui superapp Bale by BTN, peningkatan DPK juga ditopang oleh segmen institusi berskala menengah dari sektor perumahan dan sektor terkait lainnya.
Dengan kinerja hingga Oktober, BTN optimistis mampu mencapai target pertumbuhan kredit dan pembiayaan sekitar 8–10% pada akhir 2025, terutama melalui fokus penyaluran sektor perumahan, termasuk KPR Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) Sejahtera dan Kredit Program Perumahan (KPP).
“Sedangkan kredit untuk non-perumahan didorong oleh penyaluran ke korporasi yang didominasi sektor real estate, listrik, gas, air, dan perdagangan besar,” jelasnya.
Selain itu, BTN telah memperoleh persetujuan pemegang saham untuk melakukan spin-off unit usaha syariah ke entitas baru, PT Bank Syariah Nasional (BSN).
Nixon berharap unit syariah tersebut dapat mulai beroperasi pada Desember 2025 dan memperkuat industri perbankan syariah nasional.
(Feby Novalius)