Aab juga menekankan bahwa edukasi publik tentang konsumsi ikan berkualitas tetap menjadi perhatian. “Masyarakat perlu memahami pentingnya mengonsumsi ikan yang aman dan bernutrisi, sekaligus mendorong praktik pengolahan dan distribusi yang berkelanjutan,” ujarnya.
Dengan jumlah anggota mencapai 1.050 pembina mutu dan 478 analis pasar hasil perikanan yang tersebar di berbagai daerah, Aab menyebut kapasitas SDM teknis ini menjadi modal strategis bagi industri perikanan. “Fokus pada peningkatan kompetensi dan koordinasi yang baik akan memperkuat mutu, keamanan pangan, dan nilai produk perikanan Indonesia,” tutupnya.
Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, menekankan bahwa penguatan ekonomi biru dan pemanfaatan blue food menjadi kunci pemenuhan pangan masa depan. Ia optimis laut Indonesia mampu menyediakan sumber protein yang berkualitas dan berkelanjutan bagi masyarakat.
(Feby Novalius)