Menurut sumber yang dilansir dari Reuters, Senin (5/1/2025), langkah tersebut akan menuntut biaya yang sangat besar, terutama bagi perusahaan seperti ConocoPhillips. Selama bertahun-tahun, ConocoPhillips berupaya memulihkan sekitar USD12 miliar akibat nasionalisasi asetnya pada era Chavez. Exxon Mobil juga mengajukan gugatan arbitrase internasional untuk menuntut kompensasi sekitar USD1,65 miliar.
Meski demikian, keputusan perusahaan untuk kembali berinvestasi akan sangat bergantung pada penilaian para eksekutif, dewan direksi, dan pemegang saham terhadap risiko investasi baru di Venezuela.
“ConocoPhillips terus memantau perkembangan di Venezuela dan implikasi potensialnya terhadap pasokan serta stabilitas energi global. Masih terlalu dini untuk berspekulasi mengenai aktivitas bisnis atau investasi di masa depan,” ujar juru bicara perusahaan.
Pernyataan tersebut kembali ditegaskan pada Minggu ketika perusahaan ditanya mengenai diskusi dengan pejabat pemerintah terkait laporan ini.
(Feby Novalius)