JAKARTA - Sumber kekayaan Nadiem Makarim, mantan Mendikbudristek yang didakwa kasus korupsi Chromebook. Tersangka kasus dugaan korupsi dalam digitalisasi pendidikan pengadaan laptop Chromebook di Kemendikbudristek tahun 2019-2022 ini menghadiri sidang pembacaan dakwaan di Pengadilan Tipikor, Jakarta pada Senin 5 Januari 2026.
Pada sidang tersebut Nadiem menilai jaksa tidak cermat dalam menyusun dakwaan.
Salah satunya karena jaksa dinilai tidak menjelaskan secara lengkap sumber kekayaan Nadiem. Hal itu disampaikan Nadiem saat membacakan eksepsi.
Menurut Nadiem, kekayaannya dapat dengan mudah dilacak melalui laporan pajak pribadinya.
"Dakwaan ini menjadi tidak cermat karena tidak menjelaskan secara lengkap sumber dari kekayaan saya, yang dengan sangat mudah bisa didapatkan dari pelaporan pajak saya. Kekayaan saya hanya ada satu sumber utama, yaitu nilai saham saya di PT AKAB," ujar Nadiem.
Nadiem menjelaskan peningkatan kekayaannya pada 2022 sebagaimana tercantum dalam LHKPN murni disebabkan melonjaknya harga saham GoTo saat melantai di bursa (IPO).
Menurutnya, harga setiap lembar saham GoTo saat itu berada di kisaran Rp250–300 per saham.
"Peningkatan surat berharga di LHKPN 2022 murni disebabkan harga saham GoTo yang melambung saat IPO ke kisaran harga Rp250–300 per saham, jadi kekayaan saya tercatat di 2022 sebesar Rp4,8 T," jelas Nadiem.
Pada tahun berikutnya, kekayaan Nadiem yang tercantum dalam LHKPN justru menurun.
Menurutnya, hal itu seiring dengan turunnya harga saham GoTo.
"Di tahun 2023, saat kisaran harga saham GoTo turun ke sekitar Rp100, total kekayaan saya pun turun drastis ke Rp906 M," kata Nadiem.
"Di tahun 2024, di mana kisaran harga GoTo turun lagi ke Rp70–80 per saham, kekayaan saya turun lagi ke Rp600 M," sambungnya.
Sehingga, lanjut Nadiem, kekayaan yang tercatat atas namanya sejatinya sangat mudah dilacak karena hanya bersumber dari satu instrumen, yakni saham GoTo.
"Siapapun dengan kalkulator bisa menghitung kekayaan saya, karena bertumpu kepada satu angka saja, yakni harga saham GoTo yang terbuka untuk publik," ujarnya.
Bantahan ini disampaikan lantaran Nadiem heran dirinya disebut diperkaya hingga Rp809 miliar dalam pengadaan Chromebook. Sebaliknya, ia menilai pengadaan Chromebook dan kekayaan pribadinya tidak memiliki hubungan kausalitas.
"Dakwaan saya tidak menjelaskan apa hubungannya transaksi Rp809 M dengan laporan kekayaan saya, karena memang faktanya tidak ada hubungan. Sekali lagi, dakwaan ini tidak jelas dan cermat karena tidak memuat kausalitas antara satu fakta dan fakta lainnya," ujarnya.
Sementara itu
Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang dikelola Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Nadiem tercatat memiliki kekayaan sebesar Rp600 miliar.
Hal itu, ia sampaikan pada 22 Februari 2025 sebagai laporan akhir menjabat sebagai Mendikbudristek.
Kekayaan Nadiem terdiri dari tujuh bidang tanah dan bangunan yang tersebar di Rote Ndao, Gianyar, dan Jakarta Selatan senilai Rp57.793.854.385.
Berikut rinciannya:
1. Tanah Seluas 24.739 m2 di KAB / KOTA ROTE NDAO, HASIL SENDIRI Rp176.883.850 2. Tanah Seluas 2.700 m2 di KAB / KOTA GIANYAR, HASIL SENDIRI Rp2.160.000.000
3. Tanah dan Bangunan Seluas 166 m2/166 m2 di KAB / KOTA KOTA JAKARTA SELATAN , HASIL SENDIRI Rp1.981.210.000
4. Tanah dan Bangunan Seluas 567 m2/485 m2 di KAB / KOTA KOTA JAKARTA SELATAN , HASIL SENDIRI Rp16.360.785.000
5. Tanah dan Bangunan Seluas 885 m2/560 m2 di KAB / KOTA KOTA JAKARTA SELATAN , HASIL SENDIRI Rp27.888.675.000
6. Tanah dan Bangunan Seluas 190 m2/190 m2 di KAB / KOTA KOTA JAKARTA SELATAN , HASIL SENDIRI Rp4.000.000.000
7. Tanah dan Bangunan Seluas 1.380 m2/101 m2 di KAB / KOTA JAKARTA SELATAN , HASIL SENDIRI Rp5.226.300.535
Kekayaan berikutnya berupa alat trasnportasi dan mesin senilai Rp2.247.400.000 yang terdiri dari Toyota Alphard 2024 Rp1.710.800.000 dan Toyota Innova Zenix 2.0 2024 Rp536.600.000. Harta bergerak lainnya Rp752.313.000.
Selanjutnya, surat berharga Rp926.095.804.402, kas dan setara kas Rp77.083.385.547, harta lainnya Rp2.900.000.000. Dalam laporan kekayaan tersebut, Nadiem tercatat memiliki hutang Rp466.231.300.679.
Dengan demikian, Nadiem melaporkan kekayaannya sebesar Rp600.641.456.655
(Taufik Fajar)