Selain mempercepat realisasi proyek yang telah masuk antrean, Danantara juga akan memanfaatkan forum tersebut untuk membuka peluang baru melalui penjajakan awal terhadap potensi kerja sama investasi.
"WEF juga jadi kesempatan untuk mengembangkan yang masih exploratory, karena akan ada beberapa pertemuan bilateral yang strategis. Jadi pendekatannya memang kombinasi antara memperkuat pipeline dan membuka peluang baru," tambahnya.
Meski demikian, Al-Arief menegaskan bahwa setiap keputusan investasi ke luar negeri tetap akan mempertimbangkan keterkaitan langsung dengan kepentingan nasional serta nilai strategis bagi perekonomian Indonesia.
“Yang paling penting dalam outbound investment adalah linkage-nya dan nilai strategisnya terhadap kepentingan nasional kita. Jadi bukan sekadar ekspansi, tapi harus memberi dampak balik bagi Indonesia,” tegasnya.
Partisipasi Danantara di WEF Davos 2026 sekaligus menandai langkah aktif lembaga tersebut untuk memperkuat posisi Indonesia dalam jaringan investasi global, sekaligus membuka akses terhadap pendanaan, teknologi, dan kemitraan strategis lintas negara.
(Taufik Fajar)