Timboel menjelaskan, lantaran mitra pengemudi sangat mendukung perekonomian daerah maka seharusnya pemerintah daerah seperti Jakarta bisa memberikan bantuan subsidi kepada para mitra. “Sehingga kesejahteraan itu tidak harus dari GoTo saja, dari aplikator, tapi bagaimana mereka (mitra) ini yang menggerakan ekonomi lebih cepat, juga didukung APBD, mudah-mudahan APBN," ujarnya.
“Nah tentunya tergantung fiskal daerah masing-masing. Jadi tentunya program yang diinisiasi GoTo ini bisa mendorong pemerintah, jadi tidak hanya (tanggung jawab) perusahaan GoTo. Karena kesejahteraan itu tak hanya jaminan sosial, tapi juga bagaimana daya beli ketika terjadi inflasi dan sebagainya," katanya.
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan Eko Nugriyanto mengapresiasi langkah GoTo.
“Kami sudah berkolaborasi lama dengan GoTo. Saat ini mitra dari GoTo, mitra driver, sudah terdaftar menjadi peserta sekitar 210 ribu,” katanya.
Deputi Direksi Wilayah BPJS Kesehatan Herman Dinata Mihardja juga menyampaikan apresiasi.
"Nah khusus untuk mitra, Bapak Ibu, karena sebenarnya setahu kami, setahu saya memang tidak banyak perusahaan yang punya kepedulian yang tinggi terhadap mitranya. Jadi menurut saya ini inisiasi langkah awalnya luar biasa," katanya.
Direktur Operasi Gojek Bambang AW mengatakan program ini diberikan kepada para mitra yang berkinerja baik. “Jadi mitra aktif, berkinerja baik, beliau-beliau nanti akan mendapatkan fasilitas BPJS Kesehatan untuk mitra sendiri. Jadi modelnya optional, karena BPJS Kesehatan ini kan ada macam-macam, ada PBI (penerima bantuan iuran) dan PBPU (pekerja bukan penerima upah).
“Karena kami tanggung untuk mitra sendiri, untuk keluarganya, mitra akan menanggung sendiri (BPJS Kesehatan). Tapi kami fasilitasi dengan sistem di internal kami," ujarnya.
Sebelumnya dimulai di Surabaya pada Desember 2025, kini para mitra Juara se-Indonesia dapat menerima manfaat program BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan mulai 1 Februari 2026.
(Taufik Fajar)