Prabowo menegaskan keinginannya agar seluruh rumah di Indonesia menggunakan genteng sebagai atap utama. Gagasan tersebut kemudian dinamainya sebagai proyek gentengisasi nasional. Untuk mendukung program ini, Koperasi Merah Putih akan dilengkapi dengan fasilitas produksi genteng.
"Saya ingin semua atap Indonesia pakai genteng. Jadi ini nanti gerakannya adalah gerakan, proyeknya adalah proyek gentengisasi seluruh Indonesia. Alat-alat genteng itu, alat pabrik genteng itu tidak mahal. Jadi nanti koperasi-koperasi Merah Putih akan kita lengkapi dengan pabrik genteng. Genteng itu bahan bakunya dari tanah dan dengan dicampur dengan beberapa zat limbah lainnya bisa ringan dan kuat," kata Prabowo.
Saat penjelasan berlangsung, layar utama di panggung menampilkan perbandingan visual kondisi rumah sebelum dan sesudah gentengisasi. Presiden pun mengajak para kepala daerah untuk turut berpartisipasi aktif memperindah wilayah masing-masing.
"Ini serius ya. Bupati, wali kota yang tidak mau kotanya indah terserah. Yang mau ayo bersama kita bikin kotamu indah, bikin kecamatanmu indah, bikin desamu indah. Bagaimana?" ujar Prabowo.
Prabowo juga menyinggung penggunaan material atap tradisional pada masa lalu seperti rumbia dan ijuk yang dinilai lebih sejuk dan ramah lingkungan. Ia kembali menegaskan penolakannya terhadap penggunaan seng yang mudah berkarat.
"Saya mengajak ini sangat penting, turis dari luar untuk apa dia datang melihat seng berkarat. Karat itu lambang degenerasi. Saya berharap dalam 2-3 tahun Indonesia tidak akan kelihatan karat. Karat adalah lambang degenerasi, bukan lambang kebangkitan. Indonesia bangkit, Indonesia harus kuat, Indonesia harus indah, rakyat kita harus bahagia!" ujar Prabowo.
(Dani Jumadil Akhir)