JAKARTA - Susunan direksi dan komisaris Subholding Downstream Pertamina (SHD). Subholding Downstream Pertamina merupakan gabungan tiga anak usaha Pertamina di sektor hilir yaitu PT Pertamina Patra Niaga (PPN), PT Kilang Pertamina Internasional (KPI), dan PT Pertamina International Shipping (PIS).
Nama-nama yang beredar menjadi direksi dan komisaris Subholding Downstream Pertamina (SHD) sudah terungkap. Terdapat 16 direksi dengan Mars Ega Legowo Putra ditunjuk menjadi Direktur Utama.
Sementara jumlah komisaris mencapai 12 dengan Sabar Yudo Suroso menjadi Komisaris Utama. Nama Tina Talisa dan Prabu Revolusi tetap jadi komisaris.
1. Direktur Utama : Mars Ega Legowo Putra
2. Wakil Direktur Utama: Taufik Aditiyawarman
3. Direktur Transformasi, Digitalisasi, & Sustainability : Tenny Elfrida
4. Direktur Penunjang Bisnis : Putut Andriatno
5. Direktur Sumber Daya Manusia : Dewi Kurnia Salwa
6. Direktur Optimasi Hilir & Distribusi : Hari Purnomo
7. Direktur Kelembagaan & Kepatuhan : Kadek Ambara Jaya
8. Direktur Armada Logistik : Arif Yunianto
9. Direktur Perencanaan & Pertumbuhan Bisnis : Joko Pranoto
10. Direktur Operasi Kilang : Didik Bahagia
11. Direktur Niaga : Erwin Suryadi
12. Direktur Pemasaran Retail : Eko Ricky Susanto
13. Direktur Pemasaran Korporat : Alimuddin Baso
14. Direktur Infrastruktur, Proyek, & Asset Integrity : Setyo Pitoyo
15. Direktur Manajemen Risiko : Rahman Pramono Wibowo
16. Direktur Keuangan : Bagus Agung Rahadiansyah
1. Komisaris Utama : Sabar Yudo Suroso
2. Wakil Komisaris Utama : Agustina Arumsari
3. Komisaris : Bambang Suswantono
4. Komisaris : Ahmad Erani Yustika
5. Komisaris : Wanti Waranei Franky Mamahit
6. Komisaris : Panel Barus
7. Komisaris : Tina Talisa
8. Komisaris : Andy Rachmianto
9. Komisaris : Ardhy N. Mokobombang
10. Komisaris Independen : Sudung Situmorang
11. Komisaris Independen : Siti Zahra Aghnia
12. Komisaris Independen : Prabunindya Revta Revolusi
Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri menjelaskan, integrasi ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi operasional, memperkuat kepastian pasokan energi nasional, serta meningkatkan daya saing Pertamina.
Dengan sistem yang terintegrasi, koordinasi antarfungsi berjalan lebih cepat, pengambilan keputusan lebih efektif, dan investasi yang lebih optimal.
Melalui Subholding Downstream, Pertamina menargetkan transformasi dalam lini bisnisnya, khususnya yang terkait dengan peningkatan pelayanan ke masyarakat.
"Ketika kilang, distribusi, dan logistik serta pemasaran bekerja sebagai satu sistem, kita dapat menghilangkan redundansi, mempercepat layanan, dan menghadirkan pasokan energi yang andal dari Sabang sampai Merauke,” ujar Simon dalam keterangannya, Jakarta, Kamis (5/2/2026).
Vice President Corporate Communication Pertamina Muhammad Baron menyatakan bahwa langkah ini menjadi bukti nyata komitmen Pertamina dalam mengimplementasikan Astacita swasembada energi.
"Integrasi bisnis hilir berlaku per 1 Februari 2026 ini bukan sekadar perubahan organisasi, melainkan upaya penguatan fondasi untuk menjadikan Pertamina sebagai soko guru bangsa dalam penyediaan energi," kata Baron.
Dengan proses bisnis yang lebih efisien dan terintegrasi, lanjut dia, Pertamina memastikan pelayanan energi kepada masyarakat Indonesia semakin optimal dan tangguh dalam menghadapi tantangan global.
(Dani Jumadil Akhir)