Rupiah Ditutup Melemah ke Rp16.842 per Dolar AS

Anggie Ariesta, Jurnalis
Kamis 05 Februari 2026 15:39 WIB
Rupiah Hari Ini (Foto: Okezone)
Share :

JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup  turun 65 poin atau sekitar 0,39 persen ke level Rp16.842 per dolar AS pada akhir perdagangan Kamis (5/2/2026).

Pengamat pasar uang, Ibrahim Assuaibi mengatakan, pelemahan rupiah ini salah satunya didorong sentimen eksternal yaitu sebuah laporan media menyebutkan bahwa pembicaraan yang direncanakan antara Amerika Serikat dan Iran pada hari Jumat dapat gagal.

“Namun, kemudian pada hari itu, para pejabat dari kedua pihak mengatakan bahwa pembicaraan akan tetap berlangsung pada hari Jumat meskipun topik yang akan dibahas belum disepakati,” tulis Ibrahim dalam risetnya.

Adapun, kedua pihak masih memiliki perbedaan pendapat yang besar mengenai apa yang seharusnya dibahas dalam pembicaraan tersebut. Iran terbuka untuk membahas program nuklirnya, termasuk pengayaan uranium, dengan negara-negara Barat, sementara AS juga ingin memasukkan rudal balistik Iran, dukungannya terhadap kelompok proksi bersenjata di sekitar Timur Tengah, dan perlakuannya terhadap rakyatnya sendiri.

Terlepas dari pembicaraan yang akan datang, ada kekhawatiran bahwa Presiden AS Donald Trump masih akan melaksanakan ancamannya untuk menyerang Iran, yang berpotensi menimbulkan konfrontasi yang lebih luas di wilayah kaya minyak tersebut. Selain kemungkinan gangguan produksi Iran jika terjadi konflik, ada kekhawatiran bahwa ekspor dari produsen Teluk lainnya dapat terpengaruh.

Selain itu, percakapan positif antara Presiden AS Donald Trump dan mitranya dari China, Xi Jinping, menjaga ketegangan antara Washington dan Beijing tetap tenang. Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa ia telah melakukan percakapan telepon yang sangat baik dengan Presiden Xi dari China. 

Trump mengungkapkan bahwa ia akan melakukan perjalanan ke China pada bulan April dan bahwa mereka membahas perdagangan, militer, Taiwan, perang Rusia/Ukraina, Iran, dan pembelian minyak dan gas China dari AS.

 

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya