RI dan Kanada Sepakat Bentuk Pelaku UMKM Berdaya Saing

Iqbal Dwi Purnama, Jurnalis
Jum'at 06 Februari 2026 20:09 WIB
Kadin dan Kanada Sepakat Bentuk Pelaku UMKM (Foto: Okezone)
Share :

JAKARTA - Hubungan dagang bilateral Indonesia-Kanada merambah ke sektor UMKM. Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) memastikan arus investasi dan perdagangan di sektor tersebut bakal berlangsung antar dua negara.

Keseriusan dua negara dalam perdagangan internasional diserukan dalam forum APEC Business Advisory Council (ABAC). Forum ini menjadi momen pendahuluan perundingan para pemangku kepentingan dan pengusaha, sebelum akhirnya negosiasi bisa menemukan titik temu di forum APEC yang bakal berlangsung di China pada November 2026. 

"Saya dan Perdana Menteri Kanada Mark Carney memperkuat perdagangan antara Indonesia dan Kanada. Dan terlihat, tanda-tanda semakin jelas. Dan hari ini, kami memiliki tanda-tanda antara dua organisasi," kata Anin dalam forum ABAC di Jakarta, Jumat (6/2/2026).

Anin menitikberatkan jumlah UMKM yang tembus lebih dari 50 juta pelaku usaha, dan setengahnya didominasi perempuan merupakan fokus kerja sama sektor UMKM antar dua negara. Terkini, yang terpenting bagaimana memberikan akses pasar pada pelaku UMKM, terutama perempuan untuk menyuplai produk terbaiknya.

"Jadi, satu, akses pasarnya sudah dibuka oleh pemerintah. Yang kedua, juga memikirkan bagaimana dari sisi pembiayaannya, karena tidak ada bisnis yang bisa maju tanpa pembiayaan, selain daripada akses pasar," kata Anin.

Seturut itu, Anin mengatakan pelatihan para pelaku UMKM juga penting untuk mendukung kerja sama antar dua negara. Selain modal atau bantuan keuangan, produk pelaku UMKM diminta untuk berdaya saing dan bisa memetakan keunggulan kompetitif dari setiap barang yang diproduksi.

Anin menekankan tren positif perdagangan dengan Amerika Serikat yang surplus hingga US$ 18,11 miliar bisa menjadi modal kepercayaan bagi kerja sama Indonesia-Kanada. 

 

"Jadi, kita mesti bekerjasama dengan negara-negara tetangga, atau sahabat untuk menghasilkan lebih banyak lagi trade, yang tentunya membantu pertumbuhan kita (nasional)," ujarnya.

Dalam momen sama, pimpinan Asia Pacific Foundation of Canada (APFC) Jeff Nankivell mengatakan pelatihan bagi para pelaku UMKM menjadi titik pijak kerja sama perdagangan dua negara. Bersama Kadin, APFC yang memiliki spesialisasi dalam pelatihan bakal memaksimalkan potensi pelaku UMKM agar bisa bertahan dalam ekosistem bisnis yang berkelanjutan.

"Organisasi kami bekerja dengan organisasi perniagaan di Kanada. Kami juga bekerja dengan universitas, sekolah, dan pemerintahan di Kanada untuk mempromosikan kerja sama UMKM lebih dalam dengan pangsa pasar di Asia. Jadi, MOU yang kami lakukan sekarang dengan Kadin Indonesia Institute akan menyebabkan lebih banyak aktivitas di sini," katanya.

(Taufik Fajar)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya