Sementara itu, untuk penerima manfaat di sektor pendidikan, BGN melakukan penyesuaian teknis berdasarkan kondisi wilayah dan institusi.
Di daerah yang mayoritas siswanya menjalankan ibadah puasa, makanan akan tetap dikirimkan ke sekolah. Namun, menu yang disiapkan adalah jenis makanan yang lebih tahan lama sehingga bisa dibawa pulang oleh siswa untuk dikonsumsi saat waktu berbuka puasa.
Di daerah dengan mayoritas penduduk yang tidak berpuasa, layanan MBG akan tetap berjalan normal dengan jadwal konsumsi siang hari seperti biasa.
Khusus untuk pesantren, jadwal makan akan digeser sepenuhnya ke waktu berbuka puasa. Hal ini dimungkinkan karena dapur layanan gizi berada dalam satu kawasan atau berdekatan dengan tempat tinggal para santri.
BGN menyatakan bahwa saat ini seluruh teknis pelaksanaan terus dimatangkan. Fokus utamanya adalah memastikan bahwa transisi jadwal selama Ramadan tidak mengurangi kualitas gizi maupun sasaran penerima manfaat yang telah ditetapkan pemerintah.
(Dani Jumadil Akhir)