Usai Dilantik Jadi Deputi Gubernur BI, Thomas Djiwandono Hanya Senyam-senyum

Anggie Ariesta, Jurnalis
Senin 09 Februari 2026 16:55 WIB
Thomas AM Djiwandono resmi dilantik menjadi Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI). (Foto: Okezone.com/IMG)
Share :

JAKARTA – Thomas AM Djiwandono resmi dilantik menjadi Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI). Namun, Thomas enggan memberikan pernyataan setelah resmi diambil sumpahnya oleh Mahkamah Agung (MA) di Jakarta.

Pantauan iNews Media Group di lokasi menunjukkan bahwa Thomas, yang baru saja menyelesaikan prosesi sakral pengucapan sumpah, memilih untuk langsung meninggalkan area pelantikan. Ia berjalan melewati kerumunan wartawan yang telah bersiap untuk melakukan sesi doorstop.

Meskipun telah ditunggu selama kurang lebih dua jam, Thomas tidak berhenti untuk memberikan keterangan terkait langkah awalnya di bank sentral maupun merespons isu ekonomi terkini.

Keponakan Presiden Prabowo Subianto tersebut hanya terlihat melempar senyum singkat dan melambaikan tangan ke arah awak media sebelum akhirnya bergegas memasuki kendaraannya.

Ia bahkan sempat mengecoh wartawan dengan mengubah titik doorstop dari lokasi awal tempat awak media telah berkerumun menunggu kehadirannya.

Perlu diketahui, Thomas Djiwandono resmi mengemban amanah sebagai Deputi Gubernur BI untuk periode 2026–2031.

Pengangkatannya dikukuhkan melalui Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 10/P Tahun 2026. Langkah Thomas menuju kursi pimpinan BI melalui proses yang kompetitif.

 

Sebelumnya, ia menjalani uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) di Komisi XI DPR pada 26 Januari 2026. Dalam seleksi tersebut, ia berhasil unggul atas dua kandidat dari jalur karier internal BI, yakni Solikin M. Juhro dan Dicky Kartikoyono, sebelum akhirnya ditetapkan sebagai pemenang oleh DPR pada 27 Januari 2026.

Sebelum berkiprah di bank sentral, Thomas memiliki rekam jejak strategis di pemerintahan, yakni sebagai Wakil Menteri Keuangan yang dilantik pada 18 Juli 2024 oleh Presiden Joko Widodo. Ia terlibat aktif dalam manajemen pembiayaan APBN, pengendalian defisit anggaran, serta menjaga stabilitas makroekonomi nasional di tengah gejolak pasar global.

Kini, sebagai bagian dari Dewan Gubernur BI, publik menanti bagaimana implementasi strategi "GERAK" yang sempat ia cetuskan saat uji kelayakan di DPR untuk memperkuat sinergi antara kebijakan fiskal dan moneter di masa depan.

(Feby Novalius)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya