JAKARTA — Chief Investment Officer (CIO) Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, Pandu Sjahrir, menyampaikan bahwa 50% dana investasi akan dialokasikan ke pasar saham dan obligasi. Pemilihan kedua instrumen ini bertujuan menghadirkan aset yang likuid, sehingga investasi dapat lebih cepat menghasilkan keuntungan sekaligus menambah pendapatan negara.
"Jadi kita bilang 50 persen akan public-like investment. Jadi itu bagian dari strategic asset allocation. Itu bisa di bond, bisa di public equity (pasar saham)," ujar Pandu saat ditemui usai acara Indonesia Economic Outlook 2026, di Wisma Danantara, Jumat (13/2/2026).
Pandu menjelaskan, Danantara secara selektif membidik emiten dengan fundamental bisnis yang kuat, arus kas yang sehat, valuasi yang menarik, serta likuiditas saham yang memadai. Strategi tersebut sejalan dengan pergeseran preferensi investor yang kembali menitikberatkan kualitas fundamental di tengah ketidakpastian global.
Ia juga menegaskan bahwa perseroan tetap aktif berinvestasi dengan pendekatan berbasis fundamental dan jangka menengah hingga panjang. Bahkan, Pandu sempat menyebut akan berinvestasi ke pasar saham setiap hari, sejalan dengan upaya pendalaman pasar yang tengah dilakukan oleh OJK dan SRO Bursa Efek Indonesia.