JAKARTA – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak hanya mendorong perputaran ekonomi, tetapi juga membuka banyak lapangan pekerjaan baru. Dengan semakin banyak dapur MBG yang akan dibuka tahun ini, puluhan ribu tenaga kerja diperkirakan siap terserap di seluruh Indonesia.
Ketua Umum Perkumpulan Penyelenggara Jasaboga Indonesia (PPJI), Minerva Taran, mengatakan rata-rata satu dapur mempekerjakan 30 tenaga kerja. Dirinya memperkirakan potensi serapan tenaga kerja mencapai jutaan orang, meski jumlahnya bervariasi tergantung skala dapur.
"PPJI tercatat memiliki lebih dari 4.000 anggota. Dengan asumsi rata-rata satu dapur menyerap sekitar 30 tenaga kerja, tentu dampaknya besar. Ada yang 5 orang, 20 orang, bahkan dapur saya sendiri 60 tenaga kerja,” ujarnya, Selasa (17/2/2026).
Minerva mengatakan pemerintah menargetkan pembangunan 36.000 dapur MBG pada 2026. Dari jumlah itu, PPJI menargetkan bisa berkontribusi sekitar 10 persen dari total dapur MBG pemerintah.
Akan tetapi, ia mengakui laju pembangunan pada 2026 kemungkinan lebih moderat karena pemerintah memprioritaskan instansi tertentu.
Meski demikian, ia optimistis anggota PPJI tetap dapat terlibat melalui berbagai skema kerja sama dengan instansi terkait.
"Target harus setinggi-tingginya,” pungkas Minerva.
Lebih lanjut, Minerva menyoroti tantangan PPJI pada 2026, terutama terkait masifnya pembangunan dapur MBG. Menurutnya, setiap dapur harus memenuhi standar yang ditetapkan, sementara mayoritas anggota PPJI berasal dari kalangan UMKM.
"Mudah-mudahan ini bisa memicu peningkatan kualitas,” harapnya.
Ia juga menilai meningkatnya jumlah dapur MBG berpotensi mendorong perputaran ekonomi. Namun, di sisi lain, hal ini dapat memengaruhi harga bahan pokok di pasaran.
"Kalau MBG makin banyak, perputaran ekonomi tinggi. Tapi harga bahan pokok bisa naik. Ini jadi tantangan agar harga tetap stabil dan keuntungan anggota tetap terjaga,” sebutnya.
(Feby Novalius)