Cuaca Ekstrem Bikin Produksi Ikan Merosot di Awal 2026

Feby Novalius, Jurnalis
Kamis 19 Februari 2026 13:48 WIB
KKP memprediksi penurunan produksi perikanan tangkap pada periode Januari hingga Maret 2026. (Foto: Okezone.com)
Share :

JAKARTA - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memprediksi penurunan produksi perikanan tangkap pada periode Januari hingga Maret 2026. Penurunan ini dipengaruhi oleh faktor musim dan kondisi cuaca yang kurang bersahabat.

Direktur Kepelabuhan Perikanan KKP, Ady Candra, menjelaskan bahwa prognosa produksi perikanan tangkap hingga Maret 2026 diperkirakan mencapai sekitar 7,3 juta ton. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan periode normal akibat pola musim tahunan.

"Ini memang sedikit menurun karena pola musim dan juga pola penangkapan yang sangat tergantung pada faktor cuaca," ungkap Ady dalam konferensi pers yang digelar pada Kamis (19/2/2026).

Ia menjelaskan, pada periode awal tahun Indonesia memasuki musim barat yang identik dengan curah hujan tinggi, angin kencang, serta gelombang laut yang lebih besar. Kondisi tersebut menyebabkan aktivitas melaut dan penangkapan ikan menjadi terganggu.

Meski demikian, Ady menegaskan bahwa situasi ini merupakan pola musiman yang terjadi setiap tahun. Produksi diperkirakan kembali meningkat pada awal Maret seiring membaiknya kondisi cuaca, dan menjelang Idul Fitri terjadi peningkatan volume tangkapan.

 

"Biasanya menjelang Idul Fitri juga akan banyak kapal-kapal yang kembali, terutama di Pantura, sehingga hal ini akan mendorong peningkatan produksi dari sektor perikanan tangkap," sebut Ady.

"Jadi ini pola musiman yang terjadi setiap tahunnya. Kalau kita merujuk ke beberapa jenis ikan utama yang didaratkan, harga sebenarnya relatif stabil, tidak banyak peningkatan harga per jenis ikannya," tutupnya.

(Feby Novalius)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya