BI Dinilai Punya Ruang Turunkan Suku Bunga Lagi

Anggie Ariesta, Jurnalis
Jum'at 20 Februari 2026 18:05 WIB
Bank Indonesia (Foto: Okezone)
Share :

Faisal menyoroti bahwa risk premium (premi risiko) aset Indonesia saat ini turut dipengaruhi oleh faktor domestik, termasuk sentimen terkait indeks MSCI dan persepsi lembaga pemeringkat kredit (credit rating agency).

“Untuk bisa mempercepat Rupiah itu cepat untuk terus menguat, itu sebenarnya tidak serta-merta itu menjadi tugas BI. Komunikasi kebijakan terus membaik, lalu juga permasalahan terkait dengan MSCI, dan juga outlook yang berubah menjadi negatif terus bisa diubah menjadi positif lagi, itu juga bisa jadi peluang,” ungkap Faisal.

Permata Bank memproyeksikan bahwa stabilitas Rupiah akan sangat bergantung pada kemampuan pemerintah dalam menjaga stabilitas politik dan memperbaiki narasi kebijakan ekonomi di mata investor global. Jika sentimen domestik membaik dan risiko global mereda, tekanan depresiasi terhadap Rupiah diperkirakan akan berkurang secara bertahap.

Di sisi lain, BI diperkirakan akan terus aktif melakukan intervensi di pasar Spot maupun Non-Deliverable Forward (NDF) untuk memastikan nilai tukar tidak bergerak terlalu jauh dari fundamentalnya yang saat ini dinilai masih undervalued.

(Taufik Fajar)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya