JAKARTA - Pesawat pengangkut BBM satu harga mengalami kecelakaan di Pa’ Betung, Krayan Timur, Nunukan, Kamis (19/2/2026). Pesawat jenis Air Tractor AT-802 dengan registrasi PK-PAA tahun pembuatan 2013 dan nomor seri 802-0494 tersebut, dioperasikan PT Pelita Air Service khusus untuk pengangkutan BBM Satu Harga ke daerah terpencil.
"Pesawat jenis Air Tractor AT-802 registrasi PK-PAA tahun pembuatan 2013, nomor seri 802-0494, yang dioperasikan oleh Pelita Air Service khusus untuk pengangkutan BBM ke daerah terpencil, dilaporkan mengalami kecelakaan dalam penerbangan rute Long Bawan-Tarakan," kata Direktur Jenderal Perhubungan Udara Lukman F. Laisa di Jakarta.
Lukman menambahkan, pesawat lepas landas dari Bandar Udara Long Bawan pada pukul 12.10 WITA dengan tujuan Bandar Udara Tarakan. Pesawat membawa muatan BBM Pertamina dengan estimasi tiba di Tarakan pukul 13.15 WITA. Dalam perjalanannya, pilot sempat menyampaikan kepada petugas Air Traffic Control (ATC) Tarakan bahwa pesawat diperkirakan akan berada di posisi Abeam Malinau pada pukul 12.24 WITA.
Atas musibah tersebut, keluarga besar Pertamina menyampaikan duka mendalam. Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Mochamad Iriawan bahkan langsung melakukan koordinasi intensif dengan kepolisian setempat. Dalam peristiwa tersebut, Capt. Hendrick Lodewyck Adam, pilot pesawat charter Air Tractor AT-802 dipastikan meninggal dunia.
Duka disampaikan keluarga besar Pertamina, karena dedikasi dan pengabdian almarhum yang meninggal setelah menuntaskan tugasnya. Pesawat Air Tractor milik Pelita Air Service yang disewa Pertamina telah mendukung penyaluran energi ke wilayah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar).
Penyaluran tersebut merupakan bagian dari penugasan Pemerintah kepada Pertamina dalam memastikan ketersediaan energi yang merata di seluruh Indonesia. Pesawat charter Air Tractor yang dioperasikan PT Pelita Air Service merupakan layanan kargo khusus untuk pengangkutan BBM Satu Harga ke sejumlah titik distribusi, antara lain di Kalimantan Utara dan Papua.
Peristiwa tersebut terjadi setelah pilot menyelesaikan pendistribusian BBM ke Long Bawan dan dalam perjalanan kembali menuju Bandara Juwata, Tarakan. Musibah terjadi Kamis (19/2/2026) di Pa’ Betung, Kecamatan Krayan Timur, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara.
“Kami turut berduka cita. Sesaat setelah menerima kabar kecelakaan, saya selaku Komisaris Utama PT Pertamina (Persero), langsung melakukan koordinasi intensif dengan jajaran Kepolisian dalam hal ini Kapolda Kaltara hingga Kapolres Nunukan untuk memastikan proses evakuasi berjalan cepat, aman, dan sesuai prosedur,” tuturnya.
“Keselamatan dalam seluruh proses menjadi prioritas utama, sehingga setiap tahapan dilakukan dengan perhitungan matang melalui koordinasi lintas instansi,” tambahnya.
Jenazah Capt. Hendrick Lodewyck Adam dijadwalkan tiba di Bandara Soekarno-Hatta pada pukul 16.00 WIB hari ini, untuk selanjutnya dibawa ke rumah duka di kawasan Bogor, Jawa Barat.
(Dani Jumadil Akhir)