Sebagai solusi, Kadin mengusulkan agar pemerintah memprioritaskan kendaraan dengan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) tinggi, mendorong skema perakitan dalam negeri seperti completely knocked down (CKD) dan incompletely knocked down (IKD), serta membuka peluang kemitraan manufaktur lokal.
Impor tetap dimungkinkan untuk spesifikasi yang belum tersedia di dalam negeri. Namun, desain kebijakan harus memastikan industri nasional tetap bergerak.
Selain itu, pemerintah dinilai dapat memanfaatkan instrumen fiskal dan mekanisme pengadaan untuk mendorong partisipasi pabrikan domestik tanpa melanggar prinsip perdagangan terbuka. Dengan cara itu, kata Saleh, program Kopdes Merah Putih bukan hanya memperkuat logistik desa, tetapi sekaligus menjadi stimulus bagi industri otomotif nasional.
(Feby Novalius)