Raksasa Baterai Global Akuisisi 80% Saham BLUE di BEI

Feby Novalius, Jurnalis
Senin 23 Februari 2026 19:11 WIB
PT Berkah Prima Perkasa Tbk (BLUE) mengumumkan penandatanganan perjanjian jual beli bersyarat. (Foto: Okezone.com/Freepik)
Share :

JAKARTA – Peta industri nikel dan baterai kendaraan listrik di Indonesia tidak hanya diperebutkan di konsesi tambang, tetapi di bursa saham. PT Berkah Prima Perkasa Tbk (BLUE) mengumumkan penandatanganan perjanjian jual beli bersyarat (CSPA) dengan Dragonmine Mining (Hong Kong) Limited, yang berencana mengambil alih 80% saham perusahaan. 

Langkah ini menandai potensi perubahan strategi bisnis BLUE dan menegaskan peran Indonesia sebagai pusat investasi bagi raksasa industri baterai global.

Menurut Head of Research NH Korindo Sekuritas Indonesia Ezaridho Ibnutama, terdapat potensi bagi BLUE untuk mengubah haluan model bisnisnya pasca perubahan pengendali. Langkah ini berpotensi dapat memperbaiki kinerja perusahaan-perusahaan dengan performa rendah di Bursa Efek Indonesia pada masa di mana pengawasan masih minim, sehingga memungkinkan perusahaan dengan kualitas yang lebih baik untuk masuk melalui skema backdoor listing. 

Selain itu, BEI juga telah merilis regulasi baru yang memungkinkan perusahaan tercatat untuk mengubah kode saham (ticker) mereka.

“Sebagai referensi, sekitar 30% dari seluruh perusahaan di BEI saat ini mencatatkan kerugian bersih. Dengan adanya reformasi pasar modal yang mewajibkan porsi saham publik (free float) lebih tinggi berdasarkan ukuran kapitalisasi pasar, regulasi baru ini memicu kemacetan baru pada aksi IPO,” ungkap Ezar, Senin (23/2/2026). 

Langkah Dragonmine terhadap BLUE bukanlah fenomena tunggal. Untuk memahami masa depan BLUE, dapat dilihat dari apa yang dilakukan CNGR terhadap PACK. Perusahaan yang awalnya bergerak di bidang kemasan ini dicaplok oleh PT Eco Energi Perkasa, yang dimiliki oleh Deng Weiming, pendiri CNGR, salah satu produsen prekursor baterai terbesar dunia. 

Pasca-akuisisi, PACK berubah nama menjadi PT Abadi Nusantara Hijau Investama Tbk dan mengumumkan rencana rights issue jumbo untuk menyerap aset tambang dan smelter nikel.

 

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya