Rupiah Ditutup Menguat ke Rp16.802 per Dolar AS

Anggie Ariesta, Jurnalis
Senin 23 Februari 2026 15:56 WIB
Rupiah Hari Ini (Foto: Okezone)
Share :

Dari sentimen domestik, Kementerian Keuangan mencatat bahwa APBN membukukan defisit sebesar Rp54,6 triliun per akhir Januari 2026. Defisit/surplus APBN tersebut setara dengan 0,21 persen dari produk domestik bruto (PDB), dengan rincian bahwa pendapatan negara mencapai Rp172,7 triliun per Januari 2026. Realisasi itu setara 5,5 persen dari target pendapatan negara sepanjang tahun ini sebesar Rp3.153,6 triliun.

Sementara itu, belanja negara sudah mencapai Rp227,3 triliun per Januari 2026. Realisasi itu setara 5,9 persen dari target belanja negara sepanjang tahun ini sebesar Rp3.842,7 triliun. Artinya, belanja negara masih lebih banyak dari pendapatan negara.

Oleh sebab itu, defisit APBN mencapai Rp54,6 triliun atau setara 0,21 persen dari PDB. Angka ini masih sangat terkendali dan berada dalam koridor desain APBN 2026.

Lebih lanjut, untuk defisit keseimbangan primer tercatat mencapai Rp4,2 triliun. Sementara itu, target keseimbangan primer didesain defisit sebesar Rp89,7 triliun. Adapun jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu maka tampak ada kenaikan dalam defisit APBN.

Pada akhir Januari 2024, defisit APBN mencapai Rp23 triliun atau setara 0,09 persen dari PDB (lebih rendah Rp31,6 triliun dibandingkan realisasi akhir Januari 2026). Sebagai informasi, pemerintah mendesain defisit APBN 2026 setahun penuh sebesar Rp689,1 triliun atau 2,68 persen terhadap PDB.

Berdasarkan analisis tersebut, Ibrahim memprediksi bahwa mata uang rupiah akan bergerak fluktuatif pada perdagangan selanjutnya dan berpotensi ditutup menguat dalam rentang Rp16.770 - Rp16.800 per dolar AS.

(Taufik Fajar)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya