Mengulik Dari Mana Sumber Dana Beasiswa LPDP

Feby Novalius, Jurnalis
Selasa 24 Februari 2026 19:10 WIB
Mengulik dari mana sumber dana beasiswa LPDP. (Foto: Okezone.com/LPDP)
Share :

JAKARTA – Mengulik dari mana sumber dana beasiswa LPDP. Program beasiswa ini bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang dialokasikan melalui skema dana abadi pendidikan.

Pada 2026, anggaran program beasiswa LPDP mencapai Rp11,07 triliun. Dana tersebut ditujukan bagi 5.750 penerima beasiswa baru dengan fokus pada bidang science, technology, engineering, and mathematics (STEM), jenjang S2 dan S3, serta pendidikan dokter spesialis guna mendukung visi pembangunan nasional.

Pemerintah mengembangkan dana abadi di bidang pendidikan yang diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 111 Tahun 2021 tentang Dana Abadi di Bidang Pendidikan, yang menggantikan Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2019. Regulasi tersebut menjelaskan bahwa dana abadi pendidikan merupakan dana yang bersifat permanen untuk menjamin keberlangsungan program pendidikan antargenerasi dan tidak digunakan untuk belanja langsung.

Secara historis, pemerintah mulai menginvestasikan dana abadi pendidikan pada 2010 sebesar Rp1 triliun dan terus meningkatkan nilainya hingga saat ini. Konsepnya adalah mengalokasikan sebagian anggaran pendidikan dalam APBN sebagai Dana Pengembangan Pendidikan Nasional (DPPN) kepada Badan Layanan Umum (BLU), yakni LPDP, untuk dikelola. Hasil pengelolaan investasi tersebut kemudian dimanfaatkan untuk membiayai program beasiswa dan riset.

LPDP merupakan BLU di bawah Kementerian Keuangan. DPPN menjadi cikal bakal dana abadi pendidikan sebelum lahirnya dana abadi lain, yaitu Dana Abadi Penelitian, Dana Abadi Perguruan Tinggi, dan Dana Abadi Kebudayaan.

Berdasarkan Perpres 111/2021, LPDP kini mendapat mandat mengelola seluruh dana abadi di bidang pendidikan yang mencakup Dana Abadi Pendidikan (sebelumnya DPPN), Dana Abadi Penelitian, Dana Abadi Perguruan Tinggi, dan Dana Abadi Kebudayaan. Dalam pelaksanaannya, LPDP bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Kementerian Agama, serta Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Plt Direktur Utama LPDP, Sudarto, menyatakan bahwa total dana abadi yang dikelola saat ini mencapai Rp154,19 triliun. Dari jumlah tersebut, dana abadi pendidikan sebesar Rp126 triliun, dana abadi penelitian Rp13 triliun, dana abadi perguruan tinggi Rp10 triliun, dan dana abadi kebudayaan Rp5 triliun.

“Sejak 2013, Indonesia telah membangun dana abadi yang kini totalnya mencapai Rp154,19 triliun,” ujar Sudarto.

 

Ia menegaskan, LPDP tidak hanya berfokus pada penyaluran beasiswa, tetapi juga memperkuat ekosistem riset dan inovasi nasional. Dana abadi penelitian dikelola bersama Kemendikbudristek dan BRIN untuk mendukung penelitian strategis nasional. Sementara itu, dana abadi perguruan tinggi diarahkan untuk meningkatkan daya saing dan peringkat universitas Indonesia di tingkat global.

Pada 2026, LPDP memproyeksikan belanja lebih besar dari hasil investasi, namun tetap terkendali melalui tata kelola risiko yang ketat. Hingga kini, portofolio investasi LPDP mencatat imbal hasil rata-rata 7,1 persen per tahun dengan prinsip kehati-hatian.

“Kami memastikan tidak ada mismatch antara pengelolaan dan pendapatan. LPDP dikelola dengan prinsip tata kelola yang baik dan berorientasi jangka panjang,” kata Sudarto.

Dengan demikian, sumber dana beasiswa LPDP berasal dari APBN yang dikelola melalui skema dana abadi pendidikan untuk menjamin keberlanjutan pendanaan pendidikan nasional.

(Feby Novalius)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya