Backfilling Mining, Metode Tambang Bawah Tanah Diklaim Aman dan Ramah Lingkungan

Dani Jumadil Akhir, Jurnalis
Kamis 26 Februari 2026 07:33 WIB
Backfilling Mining, Metode Tambang Bawah Tanah Diklaim Aman dan Ramah Lingkungan (Foto: Freepik)
Share :

JAKARTA - Metode backfilling mining mulai dilirik sebagai metode penambangan bawah tanah yang mengutamakan keselamatan kerja dan perlindungan lingkungan. Keunggulan utama cut and fill mining adalah minimnya pembukaan lahan di permukaan sehingga hutan dan ekosistem tetap terjaga.

Metode ini dilakukan dengan menambang bijih mineral secara bertahap kemudian mengisi kembali rongga bekas tambang atau backfilling menggunakan tailing atau material sisa hasil pengolahan yang telah ditreatment sehingga sesuai dengan standar baku mutu.

Metode Backfilling sejak 2015

Metode ini didukung teknologi pengolahan modern, termasuk fasilitas pengolahan sulfur guna memastikan tailing aman bagi lingkungan dan masyarakat. Sebelum dipergunakan, material backfill dicampur dengan semen untuk meningkatkan kekuatan, kestabilan, serta mencegah rembesan ke tanah dan air tanah.

Bukan sekadar mengisi lubang, teknik ini telah berevolusi menjadi strategi teknis untuk mendukung keselamatan operasional sekaligus meminimalkan jejak ekologis.

“Metode backfill ini diadopsi di dalam negeri sejak 2015 dan memang terbukti ramah lingkungan,” kata Ketua Bidang Hilirisasi Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (Perhapi) Muhammad Toha di Jakarta, Kamis (26/2/2026).

Dulu, lanjut dia, tidak terpikir untuk mengolah limbah di dalam negeri. Sejak ada kebijakan hilirisasi, kemudian terpikirkan bagaimana mengelola sisa hasil pengolahan diantaranya, tailing, slag, dan waste atau limbah. Sehingga, industri pertambangan nasional mengadopsi metode backfill.

Cara Kerja Metode Backfilling Mining 

Konsep dari metode backfill yakni  kegiatan penambangan mengambil material ekonomis, yang tidak ekonomis kemudian dijadikan material penutup. Area yang sudah selesai ditambang ditutup kemudian direklamasi dan regevetasi.

Tujuannya adalah mengembalikan lagi material tambang dengan beberapa skema teknis untuk memastikan bahwa material tailing dikembalikan ke area tambang memungkinkan untuk di reklamasi dan tanaman tumbuh dengan normal. 

"Di China hasilnya positif dan bagus, tanaman tumbuh baik dan tak ada isu mengenai lingkungan," ujarnya.

Menurut Toha, tidak semua limbah tambang dapat digunakan sebagai material pengisi. Waste yang digunakan harus memenuhi standar baku mutu, antara lain pH netral (7–9), lulus uji TCLP, serta uji tingkat radioaktivitas.

 

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya