Penyaluran Kredit BRI Rp1.521 Triliun di 2025, Tumbuh 12,3 Persen

Anggie Ariesta, Jurnalis
Kamis 26 Februari 2026 10:26 WIB
Penyaluran Kredit BRI Rp1.521 Triliun di 2025, Tumbuh 12,3 Persen (Foto: Okezone)
Share :

JAKARTA - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) atau BRI mencatatkan total penyaluran kredit mencapai Rp1.521 triliun sepanjang 2025. Angka penyaluran kredit BRI ini naik 12,3 persen secara tahunan (year-on-year/yoy), lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan kredit industri perbankan nasional yang berada di level 9,6 persen.

"Pertumbuhan kredit BRI yang mencapai double digit tersebut mampu dibandingkan dengan penyaluran yang lebih prudent dan tumbuh secara sehat," ujar Direktur Utama BRI Hery Gunardi dalam konferensi pers kinerja keuangan Triwulan IV 2025, Jakarta, Kamis (26/2/2026).

Direktur Treasury and International Banking BRI Farida Thamrin menjelaskan bahwa segmen UMKM tetap menjadi mesin utama pertumbuhan kredit perseroan. Hal ini mempertegas peran BRI dalam mendukung sektor produktif dan program pemberdayaan ekonomi pemerintah.

Hingga akhir tahun lalu, BRI sukses menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) senilai Rp170 triliun kepada lebih dari 3,8 juta debitur. "Komposisi kredit UMKM tetap mendominasi struktur kredit BRI," kata Farida.

Meskipun ekspansif, BRI berhasil memperbaiki profil risiko asetnya. Rasio kredit bermasalah (Non-Performing Loan/NPL) berada di posisi 3,07 persen, sementara Loan at Risk (LAR) tercatat turun signifikan menjadi 9,6 persen dari sebelumnya 10,7 persen.

 

Untuk mengantisipasi risiko di masa depan, perseroan menyiapkan bantalan likuiditas yang tebal dengan NPL coverage ratio sebesar 178,1 persen. Dari sisi pendanaan, Dana Pihak Ketiga (DPK) BRI tumbuh 7,4 persen yoy mencapai kisaran Rp1.466 triliun hingga Rp1.497 triliun. 

Menariknya, struktur pendanaan BRI didominasi oleh dana murah yakni Rasio CASA mencapai 70,6 persen, Giro melesat 19,7 persen yoy dan Tabungan naik 7,9 persen yoy.

Likuiditas perseroan pun dipastikan dalam kondisi aman dengan Loan to Deposit Ratio (LDR) di level 91,4 persen. Indikator lainnya seperti Liquidity Coverage Ratio (LCR) sebesar 136,9 persen dan Net Stable Funding Ratio (NSFR) 117,7 persen berada jauh di atas ambang batas regulasi sebesar 100 persen.

Efisiensi operasional dan perbaikan fundamental ini berdampak langsung pada laba perseroan. Sepanjang tahun buku 2025, BRI berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp57,132 triliun. Pencapaian ini mengukuhkan posisi BRI sebagai salah satu lembaga keuangan paling menguntungkan di Tanah Air.
 

(Dani Jumadil Akhir)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya