Anindya Bakrie Kumpulkan Kadin Provinsi, Bahas Akselerasi MBG dan Peluang Ekspor dari AS

Rohman Wibowo, Jurnalis
Jum'at 27 Februari 2026 21:03 WIB
Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Anindya Bakrie, mengumpulkan seluruh ketua umum Kadin provinsi. (Foto: Okezone.com/IMG)
Share :

JAKARTA – Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Anindya Bakrie, mengumpulkan seluruh ketua umum Kadin provinsi di kediamannya di Jakarta Pusat, Jumat (27/2/2026) sore. Pertemuan ini bertepatan dengan kepulangan Anin dari rangkaian diplomasi ekonomi bersama pemerintah dan pengusaha ke Amerika Serikat pekan lalu.

Anin menekankan pentingnya akselerasi berbagai inisiatif oleh pelaku usaha, termasuk di level daerah, untuk memaksimalkan keunggulan kompetitif masing-masing wilayah. Upaya ini diharapkan dapat mendukung pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

"Kami mengundang seluruh ketua umum Kadin provinsi untuk hadir, agar kami bisa melihat bagaimana menggiatkan perekonomian sampai ke daerah. Kami ketahui, target pertumbuhan ekonomi kita harus terus meningkat," kata Anin saat ditemui di kediamannya.

Dari sisi domestik, Anin menitikberatkan potensi ekonomi dari sederet program unggulan pemerintahan Prabowo Subianto seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Merah Putih. Upaya memacu perekonomian, menurutnya, mesti selaras dengan capaian investasi masuk dan seberapa besar lapangan kerja tercipta.

Seperti program MBG, menurutnya, perlu ada kajian mendalam yang masukannya datang dari jajaran Kadin dan mitra di masing-masing daerah. Program ini diharapkan konsisten dalam memberikan efek ganda ekonomi.

"Sehingga dalam waktu singkat, Kadin akan meluncurkan kajian MBGnomics. MBGnomics ini melihat bagaimana MBG bisa membantu generasi berikutnya—80 juta anak-anak dan ibu menyusui—tetapi juga menumbuhkan pengusaha-pengusaha di daerah yang berhasil di bidang bahan baku, supply chain, ekosistem, dan lain-lain," urai Anin.

 

Seturut itu, Anin menegaskan kepada jajaran Kadin di daerah untuk memanfaatkan momentum penyesuaian tarif dagang dengan AS. Sejumlah industri bakal mendapat keuntungan dari kesepakatan tarif dagang, mulai dari industri tekstil, alas kaki, furnitur, hingga elektronik. Oleh karena itu, industri dalam negeri mesti memperluas kapasitas produksinya, bahkan melakukan diversifikasi produk.

"Bagaimana kita meningkatkan kapasitas produksi sehingga bisa menghasilkan ekspor dan devisa yang lebih besar. Jadi, kita harus berpikir bukan hanya defensif dalam mempertahankan pasar, tetapi juga ofensif begitu jalan terbuka," tuturnya.

"Saya berada di sana (AS) menyaksikan sendiri bahwa ada ribuan artikel yang memberikan insentif sampai 0 persen untuk bisa kita ekspor ke Amerika," imbuhnya.

(Feby Novalius)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya