JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mempercepat perbaikan jalan nasional pada ruas Gandaria–Cilodong hingga Parung Bogor, Jawa Barat guna meningkatkan keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan.
Menteri PU Dody Hanggodo menekankan bahwa kualitas pekerjaan harus menjadi perhatian utama dan menyoroti hasil patching di sejumlah titik yang belum rata dan masih terasa bergelombang sehingga berpotensi membahayakan pengendara.
"Kita memang sedang proses perbaikan dari Pasar Parung sampai titik Kemang, Parung. Memang kemarin-kemarin ada penambalan atau patching sana-sini tapi belum sempurna, kita pelan-pelan menyempurnakan. Mudah-mudahan dalam waktu satu-dua bulan ini sudah selesailah," ujarnya saat melakukan peninjauan di Depok, Sabtu (28/2/2026).
Menteri Dody menginstruksikan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) DKI Jakarta–Jawa Barat agar tidak hanya melakukan penambalan parsial, tetapi juga perbaikan lebih menyeluruh secara bertahap sepanjang 25,1 km dari Pasar Parung hingga Gandaria–Cilodong agar kontur jalan lebih mulus dan aman.
Kepala BBPJN DKI Jakarta–Jawa Barat Rina Kumala Sari menyampaikan terdapat 1.463 titik lubang di sepanjang ruas Gandaria–Cilodong hingga Parung.
"Sampai kemarin, sebanyak 1.200 lubang sudah kami tutup dan tersisa 263 titik. Dengan tim patching yang terus bekerja di lapangan, kami targetkan dalam lima hari ke depan seluruh lubang sudah tertangani sehingga masyarakat dapat melintas dengan lebih aman dan nyaman,” ujar Rina.
Selain penambalan lubang, BBPJN DKI–Jabar juga melakukan pembersihan bahu jalan dari rumput liar serta normalisasi saluran drainase untuk memastikan aliran air berjalan optimal. Langkah ini dilakukan guna menjaga ketahanan konstruksi jalan dan mencegah kerusakan berulang, khususnya pada musim hujan.
Rina menjelaskan bahwa salah satu faktor penyebab kerusakan pada ruas tersebut adalah perbedaan struktur antara jalur cepat yang sebagian masih menggunakan perkerasan lentur (aspal/flexible pavement) dan jalur lain yang telah menggunakan perkerasan kaku (rigid pavement). Kesenjangan struktur ini kerap memicu timbulnya lubang, terutama saat curah hujan tinggi dan sistem drainase tidak berfungsi maksimal.
"Lubang sering terjadi di antara pekerjaan rigid dengan aspal. Jaminannya agar tidak ada lubang lagi adalah mengganti seluruh jalur aspal menjadi beton," katanya
(Taufik Fajar)