JAKARTA - Rumah layak huni menjadi prioritas di Indonesia. Tidak hanya di perkotaan, rumah layak huni juga harus diimplementasikan di pedesaan.
Hal inilah yang kini dirasakan warga Desa Jahitan, Seruyan Hilir, Kalimantan Tengah, setelah rumah mereka diperbaiki melalui program Pondasi.
Salah satunya Mujianto, dia sebelumnya harus menelan pil pahit ketika huniannya porak-poranda dan hampir ambruk akibat dihantam angin kencang yang melanda wilayah tempat tinggalnya pada 2024.
“Atapnya terangkat, dindingnya retak. Setengah rumah ini hancur,” katanya dikutip, Jakarta, Minggu (1/3/2026).
Dengan keterbatasan biaya, Mujianto tetap bertahan di rumah yang nyaris ambruk. Setiap kali hujan turun atau angin bertiup kencang, rasa cemas kembali datang. Baginya, rumah tak lagi sepenuhnya menjadi tempat berlindung, Kekhawatiran akan keselamatan keluarga terus menghantuinya.
Perubahan mulai terasa ketika bantuan perbaikan hunian datang melalui program Pondasi (Program Renovasi dan Sanitasi) yang dijalankan oleh PT Triputra Agro Persada Tbk di sekitar wilayah operasionalnya, salah satunya oleh PT Gawi Bahandep Sawit Mekar.
“Sekarang rumah sudah diperbaiki, jadi bisa hidup lebih tenang dan layak lagi,” ujar Mujianto.
Harapan serupa dirasakan Aidiy, warga Desa Jahitan lainnya. Berkat Pondasi, anak Aidiy kini bisa belajar dengan nyaman tanpa ada kekhwatiran atap bocor atau air masuk ke dalam rumah saat hujan turun.
“Kalau hujan turun, air masuk ke dalam rumah. Anak-anak jadi tidak nyaman belajar,” katanya.
Setelah perbaikan dilakukan, suasana rumah berubah. Atap yang lebih kokoh dan ruangan nyaman membuat aktivitas keluarga kembali berjalan tanpa kekawatiran.
Program Pondasi digagas oleh PT Triputra Agro Persada Tbk sebagai bagian dari inisiatif TAP untuk negeri dan berjalan di wilayah operasional anak perusahaan agar mendorong pertumbuhan berkelanjutan melalui kontribusi nyata dan kolaborasi demi kemajuan masyarakat, lingkungan, dan negeri.
Secara bertahap, program yang berjalan sejak Juli 2025 ini telah memperbaiki 189 rumah dari target 303 rumah. Pelaksanaannya mencakup wilayah Jambi, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Tengah, serta dilakukan secara kolaboratif bersama para pemangku kebijakan dan pemerintah desa setempat agar bantuan tepat sasaran.
Di banyak wilayah, persoalan hunian layak masih menjadi tantangan yang tak selalu terlihat. Padahal, rumah yang aman dan sehat menjadi fondasi penting bagi keluarga untuk menjalani kehidupan yang lebih produktif dan bermartabat.
(Dani Jumadil Akhir)