Perang AS–Israel vs Iran, Pertamina Perketat Pengawasan dan Mitigasi Risiko

Rohman Wibowo, Jurnalis
Senin 02 Maret 2026 12:43 WIB
PT Pertamina (Persero) mengambil langkah antisipatif untuk menjaga ketahanan energi nasional menyusul eskalasi konflik. (foto: Okezone.com/Pertamina)
Share :

JAKARTA – PT Pertamina (Persero) mengambil langkah antisipatif untuk menjaga ketahanan energi nasional menyusul eskalasi konflik di Timur Tengah setelah serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.

Sebagai prioritas, Pertamina akan memastikan keselamatan pekerja dan kelangsungan operasional dengan memperkuat mitigasi risiko serta melakukan pemantauan intensif di seluruh lini yang terdampak.

Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, menyatakan seluruh pekerja, operasional, dan armada yang berada di area Timur Tengah termonitor secara intensif.

"Pertamina juga telah menyiapkan langkah mitigasi risiko serta memperkuat komunikasi dengan Kementerian Luar Negeri, KBRI, KJRI, dan otoritas setempat guna menjaga kelancaran operasional dan keamanan kru,” kata Baron dalam keterangan resmi, dikutip Senin (2/3/2026).

Sebagai penopang utama kebutuhan energi Indonesia, Pertamina memastikan seluruh rantai bisnis, mulai dari penyediaan minyak mentah hingga distribusi BBM dan LPG dalam negeri, tetap berjalan optimal dan dalam kondisi terkendali. Komitmen ini dilakukan untuk memastikan stabilitas pasokan energi tetap terjaga di tengah ketidakpastian global.

Baron menyampaikan bahwa korporasi juga memetakan tiga unit usaha strategis yang memiliki keterkaitan langsung dengan dinamika kawasan tersebut. Ketiganya meliputi PT Pertamina International Shipping (PIS) Non Captive, yang bergerak di bidang pengangkutan energi global; Pertamina Internasional EP (PIEP), dengan kegiatan hulu di Basra, Irak; serta Pertamina Patra Niaga, yang berperan dalam pengadaan minyak mentah dan produk energi dari sumber di kawasan Timur Tengah.

 

Sebagai entitas energi terintegrasi, Pertamina memiliki portofolio pasokan minyak mentah, produk BBM, dan LPG yang terdiversifikasi, baik dari produksi domestik maupun dari sejumlah negara mitra.

Baron menambahkan bahwa strategi diversifikasi ini memberikan keleluasaan dalam pengelolaan suplai di tengah dinamika geopolitik. Optimalisasi operasional kilang dalam negeri juga menjadi fokus guna menjaga keseimbangan antara produksi dan distribusi. Dengan sistem pengelolaan pasokan yang terintegrasi dari sektor hulu hingga hilir, Pertamina memastikan ketersediaan BBM dan LPG bagi masyarakat tetap aman, mencukupi, dan terkendali.

“Sebagai garda terdepan energi nasional, Pertamina memperketat pengawasan dan mengupayakan ketahanan pasokan crude, BBM, dan LPG tetap aman untuk memenuhi kebutuhan seluruh masyarakat Indonesia,” tutur Baron.

(Feby Novalius)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya