Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Masyarakat Pindah ke Pertalite Pasca Harga Pertamax Naik, ESDM Atur Ketat Distribusi BBM Subsidi

Iqbal Dwi Purnama , Jurnalis-Selasa, 21 Juli 2026 |18:01 WIB
Masyarakat Pindah ke Pertalite Pasca Harga Pertamax Naik, ESDM Atur Ketat Distribusi BBM Subsidi
BBM Pertamax (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian ESDM Laode Sulaiman mengakui konsumsi pertalite mengalami peningkatan pasca perubahan harga BBM RON92 pertamax.

Ia mengatakan, saat ini pihaknya masih menyiasati alur distribusi BBM subsidi agar peningkatan permintaan tidak sampai menimbulkan kelangkaan seperti yang sebelumnya terjadi di Provinsi Sumatera Utara beberapa waktu lalu.

Meski demikian, Laode menjelaskan hingga saat ini belum ada pembahasan terkait wacana peningkatan kuota pertalite untuk mengimbangi peningkatan permintaan BBM subsidi tersebut di berbagai wilayah.

"(Potensi peningkatan kuota pertalite) nah itu sedang di manage (atur distribusi BBM subsidi). Kan kemarin juga salah satunya kita sedang menuntaskan masalah BBM di Sumatera Utara (masalah kelangkaan)," ujarnya saat ditemui di sela-sela acara Global Hydrogen Ecosystem 2026 di Jakarta, Selasa (21/7/2026).

Laode juga mengatakan bahwa hingga saat ini belum bisa dipastikan bahwa harga BBM non subsidi yang sebelumnya mengalami kenaikan dapat turun kembali. Sebab BBM non subsidi harga jualnya tetap mengacu pada harga minyak mentah dunia atau ICP.

"Kita tidak membahas itu dulu ya (BBM non subsidi turun), jadi belum ada pembahasan mengenai itu. Kalau seperti turbo, dexlite, dan lainnya itu sudah mengikuti pola harga yang berlaku. Kalau misal crude -nya naik, dia ikut naik," tambahnya.

Adapun untuk mengamankan pasokan BBM subsidi, PT Pertamina (Persero) memastikan penyalurannya akan dikawal oleh aparat penegak hukum untuk menghindari kejadian serupa di Sumatera Utara tidak kembali terulang.

 

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement