JAKARTA – PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) memperkuat monitoring operasional distribusi BBM di Aceh, Riau dan Kepulauan Riau sebagai langkah menjaga keandalan pasokan sekaligus mengantisipasi berbagai dinamika operasional di lapangan.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Fahrougi Andriani Sumampouw, menjelaskan penguatan monitoring dilakukan secara menyeluruh agar setiap perkembangan operasional dapat direspons secara cepat sehingga pelayanan kepada masyarakat tetap terjaga.
"Kami terus memperkuat monitoring di seluruh wilayah operasional Regional Sumbagut. Upaya ini tidak hanya difokuskan pada wilayah yang sebelumnya mengalami peningkatan kebutuhan maupun penyesuaian distribusi, tetapi juga di seluruh area layanan agar keandalan pasokan BBM tetap terjaga dan masyarakat dapat terus memperoleh layanan energi secara optimal," ujar Fahrougi, Senin (20/1/2026).
Di Provinsi Aceh, Pertamina terus mengoptimalkan operasional di Integrated Terminal Lhokseumawe dan Fuel Terminal Krueng Raya untuk menjaga kelancaran penyaluran BBM. Sebagai bagian dari penguatan operasional, jam layanan terminal ditingkatkan dari rata-rata 8 jam menjadi 14 jam per hari, termasuk operasional pada hari Minggu. Selain itu, frekuensi pengiriman mobil tangki ditingkatkan hingga sekitar 65 persen untuk mendukung percepatan distribusi BBM.
Pertamina juga mengoptimalkan skema alih suplai antar terminal sehingga pasokan energi bagi masyarakat tetap terjaga.
Di Provinsi Riau, Pertamina secara berkala memantau kondisi stok BBM sekaligus memastikan kelancaran distribusi melalui jalur logistik utama, termasuk Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum), yang menjadi salah satu koridor penting penyaluran menuju Fuel Terminal dan SPBU. Langkah tersebut dilakukan agar distribusi berlangsung sesuai rencana dan kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi dengan baik.