Terkait potensi gangguan pasokan liquefied natural gas (LNG), ia menilai dampaknya ke Indonesia relatif terbatas.
Namun, ia tetap mengingatkan perlunya mencermati perkembangan, mengingat terdapat sejumlah terminal LNG di kawasan yang terdampak konflik.
"Perlu dilihat sustain nggak, apakah naiknya tinggi terus gitu ya. Kalau kita lihat kemarin perang Rusia, Ukraina atau kemarin yang tahun lalu serangan Israel ke Iran kan sempat naik spike tapi kan langsung turun lagi kan. Jadi kita lihat lah makanya tadi, mungkin satu minggu ke depan lah," tandas Seto.
(Taufik Fajar)