Yang terpenting, Mari menitikberatkan optimalisasi pasar dalam negeri. Penguatan pangsa pasar domestik semestinya mendatangkan profitabilitas bagi industri dan bakal memberikan efek ganda yang menopang pertumbuhan ekonomi nasional. Dari penguatan ekonomi, nilai investasi bakal mengikuti.
"Amankan pasar dalam negeri maupun demand. Di dalam ketidakpastian, banyak yang mencari relokasi. Nah, di sinilah pentingnya PR dalam negeri kita juga untuk membuat Indonesia menarik untuk dunia investasi. Apakah itu untuk investasi portofolio, tapi yang penting juga untuk PMA. Karena itu akan menciptakan lapangan pekerjaan dan itu akan juga mendorong perekonomian," urai Mari.
Pada sesi perdagangan Senin (2/3) pagi, depresiasi rupiah tercatat mencapai 0,27 persen, membawanya ke level Rp16.823 per dolar AS. Tren penurunan ini sebenarnya sejalan dengan nasib sebagian besar mata uang di kawasan Asia yang tertekan oleh keperkasaan dolar AS.
Perang yang kini berkecamuk berpotensi besar menganggu stabilitas pasokan energi global, terutama setelah Iran menutup arus perdagangan di Selat Hormuz.
Adapun minyak West Texas Intermediate (WTI) untuk suplai April 2026 berada pada level 71,78 dolar AS per barel atau naik 7,10 persen dikomparasi akhir pekan yang senilai 67,02 dolar AS per barel. Airlangga menyoroti tekanan fiskal jika terjadi inflasi harga.
(Dani Jumadil Akhir)