Menteri KKP Soroti Pembangunan Koperasi Nelayan di Malang, Minta Perahu Ditambah

Feby Novalius, Jurnalis
Rabu 04 Maret 2026 17:06 WIB
Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono mengecek langsung progres Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP). (Foto: Okezone.com/KKP)
Share :

JAKARTA – Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mengecek langsung progres Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Pujiharjo, Kabupaten Malang. Meski beberapa fasilitas seperti pabrik es dan cold storage sudah beroperasi, dirinya menekankan penyelesaian kritis seperti ketersediaan air bersih dan pengerukan tambatan perahu agar nelayan bisa bekerja lebih efektif dan kapal lebih aman.

“Ini bagian dari kunjungan saya untuk melihat pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih. Kita ingin memastikan yang dibangun sesuai standar dan kualitas, supaya nanti bisa berfungsi secara layak dan baik,” ujar Trenggono, Rabu (4/3/2026).

Dia mengaku telah mencatat sejumlah pekerjaan yang harus segera diselesaikan, salah satunya terkait ketersediaan air bersih yang masih payau serta persoalan sedimentasi di area tambatan perahu.

“Tadi saya panggil kontraktornya untuk dikoreksi dengan baik. Soal air bersih ini harus betul-betul diselesaikan. Sedimentasi tambatan perahu juga segera kita kerjakan,” tegasnya.

Meski belum sepenuhnya selesai, beberapa fasilitas telah beroperasi. Pabrik es sudah memproduksi, cold storage telah difungsikan, namun sarana Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN) masih dalam tahap koordinasi untuk segera dibangun.

“Memang ini belum selesai 100 persen, tetapi sudah bisa beroperasi. Namun fasilitas yang belum lengkap harus segera dipenuhi,” tambahnya.

Trenggono menekankan bahwa pengelolaan Kampung Nelayan Merah Putih nantinya akan dijalankan oleh Koperasi Merah Putih secara profesional, dengan pendampingan dan koordinasi bersama Kementerian Koperasi.

“Tahun ini kita rencanakan seribu Kampung Nelayan Merah Putih di seluruh Indonesia. Syaratnya tentu disesuaikan dengan kebutuhan dan jumlah kapal nelayan di masing-masing wilayah,” jelasnya.

 

Terpisah, Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Malang, Victor Sembiring, menyampaikan bahwa berdasarkan kontrak tahun 2025, progres pembangunan fisik KNMP sebenarnya telah mencapai 100 persen.

“Secara kontrak tahun 2025 kemarin progresnya sudah 100 persen. Semua sudah terbangun dengan baik, walaupun tadi ada beberapa hasil evaluasi Pak Menteri yang perlu disempurnakan,” jelas Victor.

Ia menambahkan, pada 2026 telah diusulkan pembangunan lanjutan, salah satunya SPBN yang direncanakan berada di sisi area pelabuhan. Selain itu, sedimentasi yang cukup besar akan dilakukan pengerukan serta penguatan dinding (revetment) agar jalur keluar-masuk kapal lebih lebar dan aman.

“Harapannya nanti semua kapal bisa masuk ke muara ini dan tidak lagi bersandar di pasir, tetapi langsung di air. Itu akan membuat umur kapal lebih panjang karena risiko kerusakan lebih kecil,” ujarnya.

Persoalan air payau juga akan diatasi melalui pengeboran sumber air tawar tahun ini untuk kebutuhan pabrik es. Saat ini, pabrik es telah terbangun dengan kapasitas sekitar 2 ton per siklus.

“Memang belum bisa mencukupi 100 persen kebutuhan, apalagi saat musim ikan. Tapi minimal saat tidak musim, kebutuhan es bisa dipenuhi dari sini,” tambahnya.

Victor juga menyebutkan usulan pembangunan akses jalan yang telah disampaikan kepada Bupati Malang Sanusi dan diharapkan dapat segera terealisasi melalui dukungan dinas terkait.

Menurutnya, pembangunan KNMP menjadi pengungkit pertumbuhan ekonomi nelayan di wilayah tersebut. Ia mencatat jumlah kapal nelayan di Pujiharjo meningkat signifikan dalam beberapa tahun terakhir.

“Tahun 2017 kapal di sini sekitar 30 unit. Sekarang sudah 300 unit. Artinya naik 10 kali lipat,” ungkapnya.

Pujiharjo juga dikenal sebagai sentra pendaratan ikan layur, komoditas ekspor bernilai tinggi. Pada 2025, ikan layur yang didaratkan di wilayah tersebut mencapai sekitar 5.000 ton dengan kisaran harga Rp50 ribu per kilogram.

“Ini salah satu ikan ekonomis penting. Karena potensi dan pertumbuhan nelayannya bagus, maka kawasan ini dinilai layak menjadi Kampung Nelayan Merah Putih,” pungkasnya

(Feby Novalius)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya