Lebih lanjut, Luhut berkata bahwa prinsip politik luar negeri bebas aktif harus terus menjadi pedoman yang paling relevan bagi Indonesia, di tengah tarik-menarik kepentingan kekuatan besar. Luhut menegaskan, Indonesia tidak dalam posisi untuk memihak negara manapun.
"Bermitra dan membangun hubungan yang saling menguntungkan dengan negara-negara maju ataupun menghormati hubungan persahabatan dengan negara-negara berkembang dan juga negara muslim seperti Iran, adalah prinsip yang diamanatkan oleh para founding fathers untuk kami jaga dan laksanakan," ucapnya.
Luhut mengingatkan, menjaga kedaulatan dan kepentingan nasional bukanlah tugas pemerintah semata, melainkan tanggung jawab seluruh elemen bangsa. Luhut juga meminta diplomasi Indonesia harus dijalankan secara luwes, proaktif, dan selalu berorientasi pada penguatan ketahanan domestik.
"Saya berharap dengan kesadaran kolektif dan kekompakan seluruh elemen bangsa dalam mendukung langkah-langkah strategis pemerintah, kita dapat melewati tantangan ini bersama dengan tetap menjaga stabilitas ekonomi serta keamanan dalam negeri," pungkasnya.
(Dani Jumadil Akhir)