6 Fakta Fitch Rating soal MBG, Danantara hingga Respons Purbaya

Taufik Fajar, Jurnalis
Senin 09 Maret 2026 10:15 WIB
Menkeu Purbaya (Foto: Okezone)
Share :

JAKARTA - Program Makan Bergizi Gratis (MBG)  menjadi sorotan dalam laporan Fitch Ratings yang merevisi outlook peringkat utang Indonesia dari stabil menjadi negatif. Lembaga pemeringkat menilai peningkatan belanja sosial, termasuk program MBG, berpotensi menambah tekanan terhadap ruang fiskal pemerintah.

Keberadaan Danantara ikut menjadi sorotan dalam laporan Fitch Ratings yang merevisi outlook peringkat utang Indonesia menjadi negatif. Lembaga pemeringkat menilai terdapat ketidakpastian terkait mandat investasi Danantara dan dampaknya terhadap fiskal negara.

Berikut fakta-fakta Fitch Rating dan respons Menkeu Purbaya yang dirangkum Okezone, Senin (9/3/2026).

1.  MBG Investasi Jangka Panjang

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan program MBG merupakan investasi jangka panjang yang diyakini mampu memberikan dampak ekonomi dan sosial bagi Indonesia.

“MBG itu, kalau beberapa studi dari World Bank maupun Rockefeller Foundation, pelaksanaan MBG yang baik dan masif dapat menghasilkan tujuh dolar untuk setiap satu dolar yang diinvestasikan. Jadi ini adalah sebuah investasi, dan banyak negara melakukan hal serupa,” kata Airlangga.

 

2. Diterapkan di Berbagai Negara

Airlangga menambahkan, program tersebut juga telah diterapkan di berbagai negara, termasuk Amerika Serikat, sebagai bagian dari investasi pembangunan sumber daya manusia.

“Ini tantangan jangka panjang dan menengah yang tidak bisa kita korbankan demi kepentingan jangka pendek,” tambahnya.

3. Danantara Lembaga Baru

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengakui bahwa Danantara masih tergolong lembaga baru sehingga belum banyak dikenal oleh pelaku pasar global.

“Danantara kan organisasi sovereign wealth fund yang baru. Tentu belum semuanya kenal,” kata Airlangga.

4. Bangun Rekam Jejak

Menurut Airlangga, Fitch membutuhkan waktu untuk membangun rekam jejak sehingga dapat meningkatkan kepercayaan pasar.

“Track record-nya diperlukan. Oleh karena itu, perhatian itu menjadi catatan,” ujarnya.

 

5. Respons Purbaya

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa angkat bicara mengenai langkah lembaga pemeringkat internasional, Fitch Ratings yang memangkas outlook (prospek) peringkat utang Indonesia menjadi negatif. Purbaya menilai adanya celah komunikasi yang membuat program pemerintah belum tersampaikan dengan optimal kepada para pengambil kebijakan global.

Maka itu, Purbaya berencana melakukan perjalanan ke luar negeri pada April mendatang, yang diketahui bertepatan dengan pertemuan IMF-World Bank di Washington DC, Amerika Serikat, guna melakukan fungsi "marketing" dan mengklarifikasi arah kebijakan fiskal Indonesia.

"Mungkin karena pemerintahan baru dan Menteri Keuangan juga baru, jadi mereka sangsi jangan-jangan Menteri Keuangan enggak bisa ngitung. Jadi itu kesalahan saya juga karena saya enggak pernah ke luar negeri kan," ujar Purbaya.

6. Terjun Langsung ke Internasional

Purbaya mengakui bahwa sebelumnya ia memilih untuk fokus membenahi ekonomi domestik hingga mencapai target pertumbuhan tertentu.

Namun, melihat sentimen pasar global yang merespons negatif meski kinerja ekonomi dalam negeri cukup solid, ia memutuskan untuk terjun langsung ke panggung internasional.

"April saya akan keluar negeri untuk memastikan bahwa Menteri Keuangan kita ngerti lah apa yang dikerjakan," tegasnya.

(Taufik Fajar)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya