JAKARTA - Harga minyak dunia turun tajam pada perdagangan Selasa setelah sempat melonjak pada sesi sebelumnya. Minyak Brent tercatat turun 8% menjadi USD91,05 per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) anjlok 8,5% ke level USD86,77 per barel.
Penurunan ini terjadi setelah kepanikan pasar pada perdagangan Senin yang sempat mendorong harga minyak melonjak hingga menyentuh level USD120 per barel.
Penurunan ini meredakan kekhawatiran inflasi global, namun berdampak buruk pada emiten energi. Sektor energi mencatat penurunan terbesar dalam indeks S&P 500 yang merosot 14,51 poin atau 0,21% ke posisi 6.781,48. Demikian dilansir dari Investing, Rabu (11/3/2026).
Di sisi lain, rencana menteri energi negara-negara G7 untuk membahas pelepasan cadangan minyak darurat turut memberikan tekanan jual pada harga minyak mentah.
Analisis dari BCA Research mencatat bahwa pasar dunia saat ini sangat sensitif terhadap akses di Selat Hormuz. Mengingat 20 persen aliran minyak dunia melewati jalur tersebut, ancaman penutupan jalur ini menjadi alasan utama terjadinya volatilitas ekstrem di pasar modal maupun obligasi dalam beberapa hari terakhir.
(Feby Novalius)