Analisis dari BCA Research mencatat bahwa pasar dunia saat ini sangat sensitif terhadap akses di Selat Hormuz. Mengingat 20 persen aliran minyak dunia melewati jalur tersebut, ancaman penutupan jalur ini menjadi alasan utama terjadinya volatilitas ekstrem di pasar modal maupun obligasi dalam beberapa hari terakhir.
(Feby Novalius)