JAKARTA — Pemerintah berencana membentuk Badan Layanan Umum (BLU) yang akan bertugas khusus menangani impor minyak mentah. c
Adapun volume impor yang direncanakan mencapai 150 juta barel, yang ditujukan untuk memenuhi kebutuhan energi nasional hingga akhir tahun mendatang.
“Jadi sekarang itu bagaimana kita mengimpornya, apakah langsung melalui badan usaha milik negara atau melalui BLU,” ujar Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung di Kementerian ESDM, Jumat (24/4/2026).
Yuliot mengatakan impor dalam jumlah besar dikhawatirkan memiliki risiko jika sepenuhnya ditangani oleh BUMN, dalam hal ini PT Pertamina (Persero). Karena itu, muncul opsi pembentukan BLU baru agar memiliki fleksibilitas, terutama dari sisi pembiayaan melalui APBN.
“Opsi ini sedang kami siapkan payung regulasinya. Karena kalau melalui BUMN ada konsekuensi. Sementara kalau BLU, apakah ada kemudahan termasuk dari sisi pembiayaan, ini yang sedang kami bahas antar kementerian dan lembaga,” tambahnya.