Lebih lanjut, Yuliot menjelaskan impor minyak dari Rusia akan dilakukan secara bertahap hingga akhir 2026, mengingat kapasitas penyimpanan minyak dalam negeri masih terbatas. Cadangan minyak Indonesia saat ini diperkirakan hanya sekitar 20 hari.
Pada kesempatan itu, Yuliot menambahkan bahwa hasil kesepakatan dari lawatan Presiden Prabowo Subianto beberapa waktu lalu tidak hanya mencakup rencana pembelian minyak, tetapi juga gas.
Meski demikian, ia mengakui kesepakatan pembelian gas masih dalam proses dan belum final, mengingat komoditas tersebut juga menjadi penopang utama industri di berbagai negara.
“Gas ini yang masih kita dorong pengadaannya melalui Rusia. Kita juga memiliki komitmen dengan Amerika. Saat ini tim Pertamina juga sedang berada di Rusia untuk membahas perusahaan mana yang dapat melakukan pengiriman secara cepat,” pungkas Yuliot.
(Feby Novalius)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.